The Truth Behind Chopping Down Tress: in Marissa Haque Fawzi
Sabtu Juni 04th 2011, 16:39
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

\"\"


ILLEGAL LOGGING

Source: http://www.matscorpio96.co.cc/

\"\"

Illegal logging is the harvest, transportation, purchase or sale of timber in violation of laws. The harvesting procedure itself may be illegal, including using corrupt means to gain access to forests; extraction without permission or from a protected area; the cutting of protected species; or the extraction of timber in excess of agreed limits.

Illegalities may also occur during transport, such as illegal processing and export; fraudulent declaration to customs; and the avoidance of taxes and other charges.

THE PROBLEM

Illegal logging is a pervasive problem, causing enormous damage to forests, local communities and to the economies of producer countries. Despite the economic importance of trade in timber and forest products, major international timber consumer countries, such as the EU, have no legal means to halt the import of illegally sourced forest products because the identification of illegally logged or traded timber is technically difficult. Therefore, a legal basis for normative acts against timber imports or other products manufactured out of illegal wood is missing. Currently, scientific methods to pinpoint the geographic origin of timber is under development. Possible actions to restrict imports cannot meet with WTO regulations of non-discrimination. They must instead be arranged in bilateral agreements.

SCALE

It is estimated that illegal logging in public lands alone causes losses in assets and revenue in excess of 10 billion USD annually. Formulation and Implementation of National Action Plans to Combat Illegal Logging and Other Forest Crime. Results of ENA-Fleg. World Bank Technical Paper. Although exact figures are difficult to obtain, given the illegal nature of the activity, reliable estimates indicate that more than a considerable share, in some cases more than the half of all logging activities in particularly vulnerable regions Africa, Southeast Asia, the Russian Federation and some of the Baltic states – is illegal.


CONSEQUENCES

Illegal logging contributes to deforestation and by extension global warming, causes loss of biodiversity and undermines the rule of law. These illegal activities undermine responsible forest management, encourage corruption and tax evasion and reduce the income of the producer countries, further limiting the resources producer countries can invest in sustainable development. Illegal logging has serious economic and social implications for the poor and disadvantaged.

Furthermore, the illegal trade of forest resources undermines international security, and is frequently associated with corruption, money laundering, organized crime, human rights abuses and, in some cases, violent conflict. In the forestry sector, cheap imports of illegal timber and forest products, together with the non-compliance of some economic players with basic social and environmental standards, destabilise international markets. This unfair competition affects those European companies, especially the small and medium sized companies that are behaving responsibly and ready to play by fair rules.



Lingkungan detik.com dalam Hidup Keluarga Kami: Marissa Haque & Ikang Fawzi
Jumat Maret 18th 2011, 18:11
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Jakarta, 18 Maret 2011

Kepada Yth.

Bapak Abdul Rahman

Direktur Utama PT. Agranet

www.detik.com (Digital Life),di Warung Buncit raya No.75

Gedung Aldevco Octagon Lt2, Jakarta Selatan

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini bernama Hj. Marissa Grace Haque Fawzi atas nama sendiri dan atas nama keluarga besar Haque dan Fawzi menyatakan keberatan kami atas apa yang terpampang pada beberapa produk digital news media dan forum dibawah manajemen www.detik.com sejak 2 (dua) tahun yang lalu sampai tertanggal surat ini ditandantangani di Jakarta, per tanggal 18 maret 2011. Hari ini sepulang dari bandara Soekarno-Hatta, saya menyempatkan diri mampir ke kantor  detik.com dan berhasil menemui Bapak Indra Subagja penanggungjawab rubrik “News” dan bapak Marwan salah seorang staff dari community development dalam manajemen yang sama.

Inti dari kedatangan saya adalah untuk meminta klarifikasi serta menghapus beberapa gambar dari anggota keluarga kami yang “dilecehkan” serta diperlakukan dengan tidak menyenangkan baik dalam bentuk berita maupun gambar pada rubrik berita maupun forum. Khusus kepada Ibu Meli (Melianti Setryorini) sebagai penanggungjawab utama Detik Forumforgos—agar bertanggung jawab menghapus hal terkait dengan perlakuan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik dalam bentuk tulisan dan gambar tersebut diatas. Besar harapan kami sekeluarga agar hubungan baik yang selama ini sudah terbina dapat berkelanjutan adanya, serta tidak terhenti oleh karena keberatan dari keluarga kami ini tidak dihiraukan.

Saya beberapa kali mencoba menghubungi Ibu Meli (Melianti Setryorini) di 08121328969, namun tidak pernah dibalas. Ada apakah gerangan sehingga sampai sedemikian sibuknya tidak berkenan membalas sms keluhan cyber saya? Sangat berbeda ketika saya menghubungi Pak Marwan dan Pak Karmin yang sangat baik, ramah, serta responsif.

Dengan adanya surat keluhan resmi ini, besar harapan saya hubungan kita tetap positif dan baik serta untuk kedepannya berkelanjutan.

Salam Takzim,

Marissa Grace Haque Fawzi

Cc. Bapak Andri Husein (Direktur Marketing)

Bapak Eddy Laksono (Direktur Finance)

Bapak Budiono darnono (Direktur Redaksi)

Ibu Melianti Setyorini (Penanggungjawab Detik Forum)

AKBP Reinhard Silitonga (Wadir Krimsus Polda Metro Jaya)

“Berkah Silaturahim ke Kantor detik.com: Marissa Haque Fawzi”



Wisuda LP3I Makassar yang Meriah dan Penuh Keakraban: Ikang Fawzi (KADIN Pusat), Yusran Paris (KADIN Sulsel), Yusfan Paris (LP3I Sulsel) & Marissa Haque
Minggu Maret 13th 2011, 20:18
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Berkat Ilmu FEB UGM Dipercaya LP3I Makassar: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Selasa, 08 Maret 2011 | 21:11:45 WITA | 92 HITS
Marissa Haque Orasi di Wisuda LP31

MAKASSAR – Artis yang juga mantan anggota DPR RI, Marissa Haque akan menyampaikan orasi ilmiah dalam wisuda LP3I Makassar di Hotel Grand Clarion Makassar, Kamis, 10 Maret mendatang. Selain orasi, Marissa juga akan berbagi pengalama soal kiat sukses bagi wisudawan dan wisudawati LP3I.
Rencana kehadiran Marissa itu disampaikan Ketua Yayasan LP3I Makassar, HAM Yusran Paris kepada FAJAR Senin, 7 Maret. Menurut anggota DPRD Sulsel itu, pihaknya sengaja mengundang Marissa agar mahasiswa dan wisudawan LP3I bisa termotivasi dari kesuksesan perempuan yang pernah menjadi calon gubernur di Banten tersebut.

“Wisuda kali ini akan diikuti 150 orang wisudawan yang berasal dari jurusan sekretaris, komputer akuntansi, bisnis administrasi, office management, dan informatika komputer,” kata Yusran.

Selain orasi, wisuda juga akan dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara LP3I dengan beberapa perusahaan. Salah satunya dengan Alpa Mart dalam pengembangan kewirausahaan. (aha)

Sumber: http://ikangfawzi-marissahaque-ugm.blogspot.com/

http://www.fajar.co.id/read-20110307211145-marissa-haque-orasi-di-wisuda-lp31

Wisuda LP3I Makassar yang Meriah dan Penuh Keakraban: Ikang Fawzi (KADIN Pusat), Yusran Paris (KADIN Sulsel), Yusfan Paris (LP3I Sulsel) & Marissa Haque



Marissa Haque dan Penyelamatan Hutan Indonesia, Kasus Prov. Jambi, 2008.
Kamis Nopember 18th 2010, 23:16
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Massmedia Visit to Bukit Duabelas National Park

To broaden news reporters’ perspective about the issue of illegal logging, EC FLEGT Support Project coordinated a massmedia visit to Bukit Duabelas National Park (TNBK) in Jambi for three days from 3-6 July, 2007. In that visit the group of news reporters succeeded in directly discovering illegal logging within the area of Bukit Duabelas National Park.

In this massmedia visit participated 30 persons, i.e. news reporters from printed and electronic media, officers from related government agencies, Non Governmental Organizations (NGOs), and staff from EC FLEGT Support Project. The following news media was participating: Trans-7, SCTV, Trans TV, TVRI, RCTI, Metro TV, and Jambi Express.

This massmedia visit was coordinated by the Media and Communication Specialist from EC FLEGT Support Project, Purnomo Nurwihadi Wiwoho, assisted by Imam Suyudi and Eddy Harfia Surma from the Jambi office of EC FLEGT Support Project.

Besides the news reporters’, the group from Jakarta also included an artist being also an environmental activist, Marissa Haque Fauzi. Marisa Haque’s participation made a particular appeal of this visit. In this visit she presented various press statements to the news reporters, and engaged in a direct dialog with the community. Marissa Haque at this time is conducting an in-depth study into the issue of illegal logging in Indonesia as material for her thesis to earn a PhD degree.

Besides the news reporters and the artist, some NGOs also took part in the visit including PINSE and Warsi NGOs. Government agencies were also represented including those from the Forestry Service of Jambi Province, the staff of Bukit Duabelas National Park, the Bureau of Natural Resource Conservation and the Local Police of Jambi Province.

In this visit, the group of news reporters succeeded in meeting the illegal loggers and engaged in a dialogue with them in Bukit Duabelas National Park in Batanghari district. Also they have directly witnessed the abandoned logging trucks by the drivers probably in fear of watching the coming of the group.

During the visit they also came across a sawmill within the forest, which probably had just been abandoned by its owner. Some heaps of wood ready for transport were also discovered in the same forest area. The massmedia visit has received a wide coverage by both the electronic and printed media.



‘Lingkungan’ Airin Rachmi Diany di Tangsel ‘Diduga’ Tidak Sehat: Marissa Haque Fawzi
Minggu Nopember 14th 2010, 15:04
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

bismillah-pernyataan-sikap-marissa-haque-atas-payudara-vina-panduwinata-melakat-di-dada-ikang-fawzi-suaminya

Sapa Kasih untuk Uni Linda Djalil di www.kompasiana.com

Bertemu Linda Djalil yang masih manis dan ramah di Citos (Cilandak Town Square), Jakarta Selatan sekitar dua minggu lalu. Bersama Alfian Sekjen PITA Tangsel  dan Ine Sepri-ku saya sedang menuju sebuah café disana dalam rangka menghadiri sebuah rapat tertutup bersama tim penyandang dana Andre Taulani dan Bang Arsyid plus tim penyandang dana tim Pak Yayat dan Mas Norodom. Mbak Linda saya saksikan sedang sangat asyik serta aktif memasarkan teri balado ala Padang yang saya coba tester-nya lezat ternyata sekali, termasuk brosur salon muslimah mbak Linda di Bintaro, Tangsel.

Ini respon saya kedua setelah lagi-lagi tertegun dengan ekspresi tulisannya yang manis-menggelitik-menghujam. Namun karena seorang Linda Djalil yang saya kenal sangat manis hati dan lembut bahasa, maka saya santai saja membaca respon tulisannya di kompasiana.com tulisan dari seorang kompasianer yang sejak dulu memang tidak pernah ramah terhadap tulisan kritik pada pemerintah sekarang. Tulisan orang tersebut beralamat di: http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/06/ada-apa-dengan-marissa-haque/

ijazah-palsu-ratu-atut-chosiyah_239x240_478x480Kompasiana memang awalnya ditujukan sebagai rumah sehat jurnalistik masyarakat/citizen journalism. Namun dalam perkembangannya saya melihat rumah kompasiana.com dipakai sebagai alat/tool/instrument dari kader-kader  2 (dua) partai besar terntentu didalam memsarkan dirinya bagi kepentingan Pilkada/Pemilukada daerah tertentu. Sehingga kebercenderungan dari admin kompasiana.com tidak saya lihat netral adanya! Bahkan admin tertentu kompasiana.com sendiri sangat ‘tipis kupingnya’ alias anti kritik dari anggota kompasianers lainnya.

Terkait dengan blog pribadi saya dengan alamat di blogdetik.com, adlaah ekspresi pribadi yang tidak senang ada aurat perempuan—maaf payudara Vina Panduwinata—yang menempel erat dalam posisi/kondisi 3/4 telanjang pada dada suami saya Ikang Fawzi. Adalah hak seorang istri untuk menyatakan keberatannya. Setelah saya utarakan langsung kepada sang pemilik payudara, yang bersangkutan merasa keberatan dengan menyatakan itu adalah hak dia untuk berpakaian seperti apapun. Saya katakan kembali pada yang bersangkutan bahwa silahkan saja dia tidak pakai baju sekalipun lalu menempelkan aurat didadanya pada lelaki-lelaki lain/suami-suami orang lain, asalkan: “jangan lakukan lagi kepada Ikang Fawzi suami saya!”, demikian jawabku kemarin dulu itu.

tetek-vina-panduwinata-pembawa-petakaBilamana mbak Linda Djalil bersepakat dengan cara berbusana/life style Vina Panduwinata antara lain dengan menempelkan payudaranya pada suami perempuan lain, yah…silahkan saja! Karena itu selera dan hak anda mbak Linda Djalil. Begitu juga dengan sang author dengan alamat: http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/06/ada-apa-dengan-marissa-haque, juga saya persilahkan saja bila ingin dalam waktu dekat Vina Panduwinata menempelkan payudaranya kedada anda Bung!

Namun sekali lagi hak saya Marissa Grace binti Haque sebagai istri Ikang Fawzi untuk mengatakan:TIDAK! terhadap payudara ¾ telanjang perempuan non-muhrim dari sudut dunia manapun untuk ditempelkannya kedada Ikang Fawzi suamiku.” Terkecuali jika Ikang Fawzi bukan lagi menjadi suami saya, itu terserah saja kepada yang bersangkutan. Karena saya yakini siapapun perempuan normal didunia ini tidak ingin suaminya terangsang secara seksual terhadap perempuan lain selain dirinya.

airin-rachmi-diany-panik-marissa-haque-digandeng-keluarga-wahidin-halim1Alhamdulillah sangat banyak dukungan datang kepada saya atas sikap saya ini. Kalau ada yang negatif itu datang—saya duga—dari timses pasangan nomor 4 Airin Rachmi Diany dengan nama Ocil dan Amaruzzaman dengan domisili di Tangerang, Banten karena kuatir atas ‘gerakan bawah tanah’ melawan kedzoliman berkelanjutan di Banten yang ingin secara mutlak menguasai hajat hidup masyarakat Banten secara luas dan berkelanjutan! Kami memang tak henti selama 3 (tiga) bulan belakangan ini mengusung gerakan “ Say NO to Airin Rachmi Diany!

Kami memang sedang berjuang membantu Tangsel (Tangerang Selatan) terbebaskan dari ‘penjajahan’ seseorang yang mengaku sebagai “Gubernur Jendral van Banten” melalui anak-cucu serta sanak familinya dalam menguasai sepotong wilayah NKRI bernama Propinsi Banten.

ratu-atut-chosiyah-dan-marissa-haque-adu-cantik-dan-cerdas2Menjawab pertanyaan tulisan si Bung tersebut diatas… hehe…itu kan tulisan tertanggal 19 Agustus lalu …bassssiiii….deeeeh…! sekarang sudah bulan November! Kok setelah lewat masa 4 (emlat) bulan baru bergaung??? Jadi ingat kebiasaan buruk timses grup tertentu saat Pilkada Banten 2006 lalu terkait membuat kampanye hitam/black campaign terhadap saya dan Dr. Zulkieflimansyah dari PKS. Lha, kalaulah betul anda bukan ‘sendok-garpu’ pasangan nomor 4 yang sedang kami perangi agar jangan jadi pemimpin di Tangsel, maka seharusnya… tunjukkan netraliatas anda Bung! Jangan berat sebelah kalau menulis ya? Kasihan rakyat Indonesia sudah kenyang diadu-domba. Karya anda dalam membuat black campaign untuk warga Tangsel ‘teramat-sangat-keliwat’ nggak ngaruh deeeeeh… Warga Tangsel sudah cerdas, dan mereka 51% adalah masyarakat akademik yang nalar lojik-moral-spiritual-nya mumpuni. Jadi sebaiknya jangan buang energi anda untuk sesuatu yang mudlarat! Itu saja sepenggal pesan sederhana saya untuk anda dimanapun anda sedang berada. Saya memaafkan anda… Allahu Akbar! Kita belum medekaaaa…

Fwd: komentar Uni Linda Djalil mantan wartawati Tempo beralamat di: http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/06/ada-apa-dengan-marissa-haque/

 



Buku sebagai Jembatan Sosial & Lingkungan Hidup: Marissa Haque Fawzi
Minggu Nopember 14th 2010, 11:05
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

marissa-haque-psl-di-ipb_245x2402Buku Sumber Inspirasi

“SEBUAH buku selalu bisa mendatangkan inspirasi.” Itulah jawaban Hj. Marissa Haque Fawzi, ketika ditanya mengenai arti sebuah buku untuk dirinya. Sejak kecil, ia tidak pernah terpisahkan dari buku. Dahulu, Marissa sangat menggemari buku bergambar, terutama komik. Pertambahan usia dan kematangan kemudian membawa Marissa pada kegemaran terhadap buku-buku pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan terutama buku tentang hukum dan ekonomi sesuai dengan profesi yang beragam yang ditekuninya saat ini.
Hj. Marissa Haque Fawzi kerap memanfaatkan kesempatan untuk membaca walau sebentar, di tengah aktivitasnya yang padat. Kegemaran Marissa membaca turut membentuk minat baca yang tinggi kepada kedua Bella dan Kiki. Hampir setiap akhir pekan, Marissa masih saja meluangkan waktu untuk menemani keduanya mencari buku bacaan baru. “Saya tidak membatasi buku yang mereka minati. Asalkan bermanfaat, edukatif, dan bisa menambah pengetahuan mereka,” ujar Marissa.
Abdikan Diri Untuk Kegiatan Sosial
Hj. Marissa Haque Fawzi juga bersyukur bisa dekat dengan komunitas yang peduli lingkungan. Berkat kesadarannya akan pentingnya menjaga lingkungan yang sudah mulai rusak, Marissa pun aktif dalam gerakan peduli lingkungan hidup. “Bagaimana kita menghemat energi, menanam pohon kembali. Bagaimana kita bisa memanfaatkan sampah, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah. Lebih dari itu, bagaimana kita mampu memanfaatkan sampah plastik agar bisa di daur ulang,” paparnya.

Hj. Marissa Haque Fawzi  mendukung kampanye Go Green (penghijauan), terutama penanganan masalah sampah. Selain melakukan pelatihan-pelatihan daur ulang sampah menjadi barang berharga kepada para pemuda di seluruh Indonesia . Hj. Marissa Haque Fawzi Ajuga mengimplementasikannya dengan memberikan sejumlah mesin daur ulang sampah kepada masyarakat melalui beberapa donatur tetapnya. Kemudian, ide Hj. Marissa Haque Fawzi mengenai lingkungan juga dicetuskan dengan mengajak masyarakat agar membuat lubang resapan biopori (LRB). Biopori ini merupakan alternatif untuk mendapatkan air dengan kualitas baik.

“Sudah saatnya kita menjalankan program go green (penghijauan) dengan mengurangi sampah, berhemat dalam menggunakan kemasan dan membiasakan diri membawa tas daur ulang. Ini merupakan hal ringan yang mudah dan dapat kita lakukan, asal kita memiliki komitmen kuat untuk mengurangi dampak pemanasan global. Ini demi generasi penerus kita tentu bumi harus tetap kita jaga!” tandas Marissa.

Sejauh ini, Hj. Marissa Haque Fawzi mengaku belum cukup membantu masyarakat meski tak terhitung kegiatan sosial yang telah digagasnya di seluruh Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir saja, Marissa terlihat hadir membantu pengobatan gratis, pemberantasan demam berdarah, pesantren dan mejelis taklim, kegiatan olahraga pemuda, dan banyak lagi. Kedepannya bersama sang suami tercinta Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawi), Hj. Marissa Haque Fawzi ingin melakukan lebih banyak lagi aktivitas terkait dengan kesejahteraan rakyat Indonesia.

  Sumber Pemuda Tangsel dalam: http://tangselberdoa.blogspot.com



Menghidupkan Kesadaran Lingkungan Hidup: Marissa Haque Fawzi
Minggu Nopember 14th 2010, 11:01
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Buah Belajar dari PSL - IPB

Sumber: http://www.artisindo.info/fokus-marissa-haque-sekarang-ipb-dan-lingkungan-hidup/
INILAH.COM, Jakarta – Meski tercatat sebagai caleg di Pemilu 2009, Marissa Haque memilih untuk berkampanye tentang keselamatan bumi ketimbang mempromosikan diri di hadapan konstituennya. Itu sebanya politisi Partai Persatuan Pembangunan ini mengaku lebih suka bicara soal lingkungan daripada politik.
 
Oleh: Arief Bayuaji
 
marissa-in-green-jepegMarissa Haque
[Inilah.Com]

 Jadi nggak jadi caleg (calon legislatif, red), tidak saya permasalahkan,” jelas Marissa, seusai peluncuran buku Bertahan di Bumi: Gaya Hidup Menghadapi Perubahan Iklim karya Fachruddin M. Mangunjaya, di Gedung Rektorat, Lantai 4, Universitas Nasional Jakarta, Pasarminggu, Jakarta, Selasa (18/11).

Marissa Haque yang kini tercatat sebagai caleg PPP bernomor urut 2 di Derah Pemilihan Jawa Barat 1 (Cimahi dan Bandung) merasa tak perlu terlalu memikirkannya. “Bukan saya nggak optimis. Tapi, untuk saya, berbuat baik itu kan bisa dengan cara apa pun. Seperti dengan mengajar, ramah terhadap lingkungan, dan aktivitas lain-lainnya.”

Marissa pun kini lebih fokus dengan mengurus keluarga, mengajar, dan menjalani program doktor S3 bidang Lingkungan Hidup di Institut Pertanian Bogor. “Selain kesibukan itu, saya lebih konsentrasi terhadap nasib kelangsungan bumi kita. Saya ingin menggugah siapa pun, untuk menyelamatkan bumi. Saya tidak bisa memungkuri, bumi adalah masa depan kita semua. Kalau tidak kita jaga, bumi akan habis dan musnah.”

Marissa mencontohkan banyaknya hutan-hutan yang digunduli. “Banyak hutan yang dirusak. Sudah tidak ada habitatnya lagi. Mulai dari tumbuhan sampai hewan. Dampak global nantinya, ya, bikin bumi hancur. Ini sangat menyedihkan,” kata Marissa.

Kenyataan itulah yang akhirnya menggugah Marissa untuk mengajak siapa pun melakukan penyelamatan bumi dengan mulai melakukan sesuatu dari yang paling kecil.

“Bisa dengan menghemat listrik, membuang sampah ditempatnya sesuai organik atau non-organik, menanam dan memelihara pohon dan lain-lainnya. Semuanya dimulai dari diri sendiri, baru keluarga, tetangga, teman sampai nantinya bersama komunitas yang lebih besar,” tutup Marissa. [P1]

 

Read the original here:
Fokus Marissa Haque Sekarang: IPB dan Lingkungan Hidup



Marissa Haque Kritisi Hutan Riau: Tribun Pekanbaru
Minggu Nopember 14th 2010, 06:45
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

 

Sumber: http://www.tribunnews.com/2010/10/17/marissa-haque-kritisi-hutan-riau

marissa-haque-riset-di-riau-illegal-logging_235x2401

Tribunnews.com - Minggu, 17 Oktober 2010 20:10 WIB

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fakhrurrodzi

  Artis yang juga pegiat lingkungan hidup, Marissa Haque, menjadi pembicara dalam acara Dialog Publik Pulihkan Riau Pulihkan Indonesia Tiga Dekade Walhi, 1980-2010, Minggu (17/10/2010) di Taman Kota Pekanbaru.

Marissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan leadership (kepemimpinan) yang kuat dan komitmen untuk menghentikan penebangan liar.

“Dulu di Riau ada Kapolda yang memiliki komitmen untuk mengatasi pembalakan liar. Namun, akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan,” kata istri rocker Ikang Fawzi ini.

Marissa Haque selama tahun 2008 pernah beberapa kali datang ke Riau untuk meneliti kehancuran hutan Riau guna menyelesaikan Disertasi S3-nya di IPB Bogor. Saat itu, artis ini banyak dibantu oleh para aktivis lingkungan di Riau dan mantan Kapolda Riau, Irjen Pol Sutjiptadi.

“Gak lihat baju saya pakai sekarang ini, cokelat? Karena hutan Riau tidak lagi hijau lagi,” kata Icha, panggilan akrabnya.

Hadir dalam Diskusi Publik tersebut Prof Jonotoro dan Direktur Ekeskutif Walhi, Hariansyah. “Mari kita mulai dari diri sendiri dan hari ini untuk selamatkan hutan Riau,” ajak Icha.(*)

 

Editor: Juang_Naibaho

Tribun Pekanbaru



Marissa Haque: Sang Duta yang Gigih memperjuangkan Pelestarian Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)
Minggu Nopember 14th 2010, 06:25
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Sumber: http://www.wwf.or.id/berita_fakta/highlights/?4000/Marissa-Haque-Sang-Duta-yang-Gigih-memperjuangkan-Pelestarian-Badak-Jawa-Rhinoceros-sondaicus

marissa-haque-fawzi-duta-wwf-badak-cula-satu_320x196

Marisa Haque bersama staff Ujung Kulon berbagi cerita tentang uapaya pelestarian Badak

Apa hubungan  antara Marisa Haque dengan Badak Jawa yang kian terancam punah?  Pertanyaan ini terlintas dibenak para pengunjung Mall Karawaci, Tangerang, Banten. Keingin tahuan ini akhirnya terjawab saat acara diskusi interaktif “Ngobrol Santai dengan WWF dan Marissa Haque mengenai Pelestarian Badak Jawa” yang diikuti oleh sekitar 200 peserta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh WWF-Indonesia bekerja sama dengan SuperMal Karawaci pada 16 April 2006 lalu.      

Selain menjadi anggota DPR komisi IV yang membawahi bidang lingkungan, Marissa Haque juga merupakan  selebritis dan produser film yang sangat peduli pada kelestarian Badak Jawa.  Kepeduliannya diwujudkan dengan kesediaannya menjadi Duta bagi Badak Jawa, yang jumlahnya tinggal kira-kira 50-60 ekor. 

Sebagai duta, Marissa juga ikut menyebarluaskan informasi tentang pentingnya pelestarian Badak, bahkan ia terlibat langsung dalam pembuatan film dokumenter tentang badak jawa yang saat ini masih dikerjakannya.  Marissa selalu mengaitkan berbagai isu sosial ekonomi dengan pelestarian badak, karena kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan. “Saya akan bantu untuk mencari pasar ekspor bagi patung-patung badak yang dibuat oleh masyarakat sekitar,” tegasnya.

Diskusi santai di areal food court ini tidak hanya membicarakan Badak Jawa saja, tetapi juga berbagai aspek pelestarian terkait lainnya yang tidak boleh diabaikan untuk menjamin kelestariannya, mulai dari isu Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga isu pemberdayaan perempuan.  Tim WWF-Ujungkulon dengan kompaknya berbagi cerita tentang berbagai upaya yang dilakukan untuk melestarikan Badak Jawa ditengah situasi pelanggaran batas hutan dan penebangan liar yang marak terjadi di sekitar TN Ujung Kulon.  

Iwan ‘Podol’,  peneliti WWF-Indonesia di Ujungkulon membahas keadaan hewan yang perburuannya sudah dihentikan sejak tahun 1990-an ini.  Pengalaman sehari-hari dilapangan saat melaksanakan uapay pelestarian dan perlindungan badak jawa, mengalir lancar dari Pak Uus, anggota Rhino Patrol Unit dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Sementara Bapak Warca, ketua Koperasi Kagum dan Pak Komar dari Wakil Masyarakat Ujung Kulon bercerita bagaimana kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembuatan
kerajinan, khusunya patung badak, wisata lingkungan, dan penyaluran credit union di sekitar Taman Nasional berdampak positif bagi upaya perlindungan lingkungan secara keseluruhan.

Kegiatan lain yang dilakukan adalah demonstrasi pembuatan patung badak, demo pembuata  T’shirt badak, pameran foto hasil tangkapan camera traps, dan tentunya acara door prize. Sesi tanya jawab antara para nara sumber dengan peserta sangat dinamis, tampaknya selain pemandu acaranya memang piawai memancing minat peserta, tampaknya masyarakat mulai menyadari arti penting ikut berperan serta dalam upaya pelestarian lingkungan. Mudah-mudahan dimasa mendatang, bukan hanya Marisa Haque yang bersedia menjadi duta, tetapi muncul duta-duta lainnya dengan kegigihan dan keseriusan untuk melestarikan lingkungan.



Gunung Merapi dalam Kenangan Kuliah di UGM: Ikang Fawzi & Marissa Haque
Sabtu Nopember 13th 2010, 02:01
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Gunung Merapi (yang Sedang Marah)marissa-haque-kenangan-merapi-di-yogyakarta

Merapi, gunung api teraktif di dunia yang terletak di perbatasan Magelang Jawa Tengah dan Yogyakarta, terus meletus. Sejak letusan pertama 26 Oktober silam, Merapi terus memuntahkan awan panas, lahar hingga debu vulkanik. Konon debu vulkanik beterbangan hingga kota Bogor dan Bandung, Jawa Barat.

Dahsyatnya letusan Merapi juga menimbulkan korban. Koran Tempo mencatat, sedikitnya 72 orang meninggal akibat awan panas. Termasuk juru kunci Merapi, mbah Marijan dan seorang kawan wartawan Vivanews, Yuniawan Wahyu Nugroho.

Ratusan warga juga menderita luka-luka dan kini dirawat di sejumlah Rumah Sakit. Sementara mereka yang mengungsi diperkirakan mencapai 150 ribu orang, tersebar di beberapa posko pengungsian di Yogyakarta dan Magelang.

Dampak letusan bukan hanya menimpa warga setempat, penerbangan dari dan menuju Yogyakarta batal karena situasi yang tak memungkinkan. Di Bandara Soekarno Hatta, 41 penerbangan dibatalkan. Rupanya Otoritas bandara tak mau mengambil resiko, sebab debu vulkanik jika tersedot mesin pesawat bisa berpotensi meledakkan pesawat. Keputusan yang masuk akal, setidaknya menghindarkan bencana lain di luar Merapi.

Entah apa yang sebenarnya terjadi dengan negeri ini. Bencana bertubi-tubi datang. Dalam rentang yang berdekatan, banjir bandang Wasior Papua, gempa dan tsunami Mentawai hingga meletusnya Merapi. Ini adalah warning buat manusia yang kerap abai dan alpa terhadap berbagai fenomena alam.

Kita memang kerap menganggap enteng lingkungan tempat kita tinggal. Hal-hal kecil yang kerap dianggap sepele, seperti buang sampah di sembarang tempat, penebangan pohon tanpa menanam kembali, hingga pembangunan tak memperhatikan daya dukung lingkungan adalah sedikit contoh betapa manusia tak peduli pada alam.

Sampai kapan kita akan terus digerus bencana akibat ketidak pedulian kita? Jangan sampai anak cucu kita nantinya hanya bisa memandangi keelokan alam kita hanya dari buku atau internet lantaran sudah punah akibat kesalahan kita pendahulunya.