“Kisah Selebritas Lingkungan versi tempointeraktif.com: dalam Marissa Haque Fawzi”

Sumber:  http://www.tempointeraktif.com/hg/hobi/2011/11/20/brk,20111120-367477,id.html

Ibuku Marissa Haque Doktor Lingkungan Hidup & Hukum foto

Selebritas Lingkungan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Penggunaan figur publik untuk mengkampanyekan sesuatu sudah lazim dilakukan di berbagai bidang. Ada yang ditasbihkan sebagai duta kesehatan, lingkungan, maupun duta lainnya. Khusus di bidang lingkungan, ada puluhan bahkan mungkin seratusan selebritas yang memainkan peran duta. Sebagai panutan, ucap, sikap, dan perilaku mereka diharapkan dapat mempengaruhi dan ditiru khalayak luas.

Karena itu idealnya tentu mereka dipilih karena memang memiliki karakter yang kuat, serta kredibilitas dan integritas tinggi. Tapi tak sedikit, duta dari kalangan selebritas yang sepertinya ditunjuk cuma berdasarkan popularitas atau sekedar latah. Akibatnya, komitmen dan kiprahnya nyaris hanya terdengar saat penobatan, lalu senyap selamanya. Lebih parah, jika ada pesohor yang menunggangi posisinya sebagai duta untuk portofolio pribadi. Cilaka!

***

Lirik demi lirik lagu Orkes Sakit Hati dilantunkan oleh Kaka “Slank”, 37 tahun. Pria bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji itu lantas menaiki tumpukan kotak pengeras suara di atas panggung dan berlenggak-lenggok menirukan gerakan komodo. “Gimana sih jogetnya komodo?” teriak Kaka. Ratusan pengunjung Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan, Senin pekan lalu, langsung histeris melihat aksi Kaka itu.

Kelompok musik Slank memang menjadi primadona pergelaran yang dinamai Konser Pilih Komodo itu. Ada 20 musikus dan grup musik yang terlibat, di antaranya Gugun Blues Shelter, Audy, Ada Band, Alexa, Ring of Fire, dan Fadly “Padi”. Abdee Negara, gitaris Slank, menjadi salah satu penggagas acara yang disiapkan hanya dalam tujuh hari itu.

Perhelatan itu demi menyukseskan Taman Nasional Pulau Komodo menjadi Tujuh Keajaiban Dunia Baru versi Yayasan New7Wonders, yang bermarkas di Swiss. Melalui konser musik ini diharapkan makin banyak orang yang mendukung Pulau Komodo dalam pemungutan suara via pesan pendek (SMS) telepon seluler sebelum ditutup pada empat hari kemudian (11 November 2011).

Slank didaulat oleh Pendukung Pemenangan Komodo sebagai duta komodo bersama Jusuf Kalla, kelompok musik RAN, dan Fadly. Menurut Emmy Hafild, Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, figur publik seperti Jusuf Kalla dan beberapa musisi, termasuk Slank, dinilai bisa menjadi daya tarik penggalangan dukungan.

Betapa tidak. Emmy memberi contoh dampak keterlibatan Jusuf Kalla yang sangat signifikan sejak bergabung pada 30 September 2011. Jumlah dukungan yang sebelumnya hanya ratusan dukungan per hari melonjak menjadi ratusan ribu tiap hari. “Kami menumpang ketenaran beliau,” ujar Emmy dalam jumpa pers di Palang Merah Indonesia Pusat, 4 November lalu.

Sementara itu, Bimbim, penabuh drum Slank, menganggap ajakan untuk menggalang dukungan bagi Pulau Komodo sebagai sesuatu yang seru. “Setidaknya Indonesia bisa bersatu mendukung Komodo,”kata Bimbim saat ditemui Kamis pekan lalu.

“Orang Indonesia saja banyak yang belum tahu. Enggak menang enggak apa-apa karena efeknya besar, masyarakat jadi tahu,” ujar musikus bernama asli Bimo Setiawan Almachzumi ini.

Bukan kali ini saja Slank berpartisipasi dalam kegiatan bertema lingkungan hidup atau dinobatkan sebagai duta lingkungan. Setidaknya, sejak 2006, mereka telah menjadi “Duta Indonesia Hijau” dari Kementerian Lingkungan Hidup. Duta Indonesia Hijau memfokuskan perhatiannya untuk mengajak masyarakat luas melakukan konservasi dan mengembalikan fungsi lingkungan hidup.

Slank memulainya dari lingkup sendiri, yakni para penggemarnya, yang dikenal dengan sebutan Slankers. “Kami mengajak menjaga lingkungan hidup melalui lagu dan jejaring sosial Twitter. Sangat efektif karena Slankers tersebar hampir di semua kabupaten-kota di Indonesia,” kata Bimbim.

Slank juga kerap bekerja sama dengan lembaga peduli lingkungan, seperti Pro Fauna dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). “Kami kadang meminta Pro Fauna dan Walhi memberikan penyuluhan kepada fans tentang lingkungan,” ujar pentolan Slank ini.

Selain Slank, yang termasuk Duta Indonesia Hijau di antaranya Angelina Sondakh, Nugie, Paramitha Rusady, dan Titi Kamal. Selebritas lainnya menjadi “juru bicara” untuk aspek pelestarian lingkungan atau “Duta Kelestarian Lingkungan”. Mereka–Ebiet G. Ade, Lula Kamal, Dewi Sandra, dan Mona Ratuliu–bertugas menyebarkan informasi yang mudah dicerna tentang kesadaran akan keseimbangan antara ruang hijau terbuka dan kawasan permukiman.

Ada juga duta penataan hukum lingkungan, yang memusatkan perhatian pada penegakan hukum terhadap lingkungan melalui karya-karyanya, seperti yang dilakukan budayawan Radhar Panca Dahana. Duta penataan hukum lingkungan lainnya adalah penyiar televisi Rahma Sarita, penyanyi Iga Mawarni, serta artis Wanda Hamidah dan Marissa Haque.

multiply-marissa-haque-politik-lingkungan-hidup-oct-2008-copy.png

Tercatat pada 2007 ada 100-an figur publik yang menjadi duta lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup. Ketika Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim, mereka ikut berperan mengkampanyekan isu perubahan iklim.

Para selebritas itu dilibatkan, menurut Henri Bastaman, Deputi VII Menteri Lingkungan Hidup, lantaran mereka sangat komunikatif terhadap khalayaknya. “Mereka mampu menyampaikan pesan dengan bahasa yang tidak terpikirkan oleh kami yang berpuluh-puluh tahun berkecimpung dalam masalah ini,” ujarnya.

Henri memberi contoh Dessy Ratnasari sebagai duta insan berwawasan lingkungan. Dessy menjelaskan kepada ibu-ibu betapa pentingnya mengkonservasi air tanah. “Coba ibu-ibu pikir, siapa yang paling susah kalau di kawasan ini sulit mendapatkan air? Kan, kaum perempuan kayak kita ini juga. Kalau enggak bisa cebok, enggak bisa mandi, gimana?” kata Henri menirukan ucapan Dessy yang menyentuh ibu-ibu kala itu.

Meski mengerahkan puluhan selebritas, Kementerian Lingkungan Hidup tidak mengeluarkan anggaran khusus. Menurut Henri, semuanya melalui pendekatan pertemanan. “Dengan persuasif mengajak dan menyentuh agar mereka terlibat,” ia menjelaskan. “Semuanya pro bono, mereka hanya diberi panggung,” Henri menambahkan.

Oppie Andaresta misalnya, yang kini tengah menggarap buku cerita dan lagu anak bertema lingkungan hidup. “Penggarapan buku dan CD sudah 70 persen. Ada sekitar delapan lagu ciptaan saya sendiri,” kata penyanyi yang terkenal lewat hit Cuma Khayalan ini.

Oppie, yang bersama Ian Kasela, vokalis grup band Radja, ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup sebagai duta lingkungan hidup pada Juni lalu, mengaku sampai sekarang belum mendapat bantuan dana dari Kementerian. Baginya, itu bukan kendala. “Prinsip saya, sekali bekerja, ya, dikerjakan saja meski dengan tenaga dan biaya sendiri,” ujarnya.

Hal lain yang dikeluhkan Oppie adalah tidak adanya program yang ditugaskan Kementerian kepadanya sejak ditunjuk menjadi duta. Ia mengaku berinisiatif mendatangi pejabat Kementerian untuk menanyakan tanggung jawab serta apa yang bisa disinergikan dengan program Kementerian.

Hal itu dibenarkan Henri karena sifat dari kegiatan ini yang sporadis. Tiap duta lingkungan berperan di arenanya masing-masing. Tidak ada agenda dan target tertentu yang dicanangkan. “Mereka membantu kegiatan kami. Kalau mereka membuat kegiatan sendiri, misalnya donasi pohon, kami akan memfasilitasi,” ujar Henri.

Karena mengandalkan kegiatan sporadis, banyak juga duta lingkungan yang sekadar numpang lewat. Sekali muncul lalu tak ketahuan lagi perannya. Apalagi popularitas seorang selebritas juga ada pasang-surutnya.

Proses pemilihan duta lingkungan juga tidak melalui kualifikasi yang ketat. Tidak ada syarat harus sudah menerapkan pola hidup hijau dalam kesehariannya. “Terlalu berlebihan kalau menerapkan syarat, apalagi kontrak. Yang penting mereka memiliki keinginan dan kepedulian saja dulu,” ujar Henri, yang ditugasi Menteri Nabiel Makarim mencari figur-figur pada 2003.

Walhasil, pihaknya, kata Henri, kerap mendapat keluhan dari masyarakat. Keluhan itu, misalnya, kenapa ada duta lingkungan yang pola hidupnya malah tak ramah lingkungan. Semua keluhan dijawab dengan penjelasan bahwa niat baik dari para selebritas itu yang seharusnya diapresiasi.

Penyanyi Nugie termasuk yang dikritik karena kebiasaan merokoknya. Tapi, bagi pemilik nama lengkap Agustinus Gusti Nugroho ini, merokok tidak lebih buruk ketimbang menggunakan kendaraan bermotor. “Gaya hidup sehat tapi masih pakai mobil, gimana? Kan, jelas-jelas emisi kendaraan bermotor yang bikin buruknya udara.”

Gaya hidup hijau, kata Henri, kini sudah menjadi tuntutan. Terlebih bagi para duta lingkungan ini. “Setidaknya itu merupakan pencitraan bagi mereka.” Henri memberi beberapa contoh: Dik Doank yang kini membuka sekolah alam, Sherina yang menjalani pola hidup organik, dan Nugie yang selalu bersepeda dari kediamannya di Bintaro, Tangerang, ke tempat kegiatannya di Jakarta.

***

Para selebritas peduli lingkungan tidak hanya bekerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup, tapi juga dengan organisasi nirlaba atau lembaga swadaya masyarakat. World Wide Fund for Nature (WWF), contohnya. Menurut Devy Suradji, Direktur Komunikasi dan Pemasaran WWF Indonesia, para selebritas itu datang dengan 1.001 ide. “Mereka mau buat acara, WWF coaching mereka,” ujar Devy.

Mereka yang mendukung program WWF itu disebut Pendukung Kehormatan. Bentuk dukungan bisa berupa finansial maupun tenaga yang bisa dipakai. Nadine Chandrawinata serta dua adiknya, Marcel dan Mischa; Nugie; dan model Davina, yang peduli terhadap masalah plastik, adalah contoh Pendukung Kehormatan WWF Indonesia.

Peran mereka, menurut Devy, sangat efektif. “Ibaratnya kalau kita mau belanja baju, yang menjelaskan pilihan yang bagus itu orang yang kita kenal, maka kita merasa nyaman, kan? Mereka itu panutan, public figure.”

Baik Devy maupun Henri sepaham bahwa figur publik sebagai duta lingkungan masih diperlukan. Henri mengakui, dua tahun belakangan ini gaung duta lingkungan agak meredup seiring dengan perubahan kebijakan. Namun Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, kata Henri, dalam peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2011 menegaskan kembali pentingnya melibatkan masyarakat dalam upaya melestarikan lingkungan hidup.

l ISHOMUDDIN | DIANING SARI | PURWANI PRABANDARI | DODY

“Kisah Selebritas Lingkungan versi tempointeraktif.com: dalam Marissa Haque Fawzi”



Manajemen SDALH Indonesia (Bagian 1): Marissa Haque & Ikang Fawzi
Senin Desember 27th 2010, 23:24
Diarsipkan di bawah: Lingkungan Keluarga, Lingkungan Kesejahteraan, SDALH

Manajemen Bencana

Manajemen adalah sebuah seni dalam hal melaksanakan suatu pekerjaan dengan melalui/perantaraan orang lain, demikian dinyatakan oleh Follet (1941). Sementara Doh (2005) menyatakan bahwa sebuah keputusan didalam manajemen stratejik adalah sebuah seni yang mengatur atau mengelola beberapa individu yang berada didalam sebuah organisasi didalam mencapai sebuah tujuan bersama/goal concruance, dengan menggunakan seluruh potensi yang ada melalui suatu proses pertimbangan stratejik untuk mengambil sebuah keputusan stratejik.

bunda-marissa-haque-fawzi-yang-syariah_498x480Terkait dengan telah terjadinya kemerosotan lingkungan hidup yang ditandai dengan terjadinya bencana alamiah maupun akibat ulah manusia semisal: (1) banjir; (2) longsor; (2) tsunami; (3) letusan gunung; (4) kekeringan; (5) kebakaran hutan, dan alin sebagainya yang telah menelan sangat banyak korban jiwa serta kerugian material terasa sangat memukul seluruh bangsa Indonesia. Dan sangat dirasakan bahwa Indonesia jauh tertinggal dibandingkan denga beberapa negara tetangga terkait masalah manajemen SDALH (sumber daya alam dan lingkungan hidup)-nya.

Menurut data yang dipaparkan oleh Asia-Pacific Disaster Report 2010 yang disusun oleh Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk kawasan Asia dan Pasifik (ESCAP), sejak tahun 1980 sampai 2009 bencana alam yang teradi diseluruh wilayah Indonesia tercatat sebagai berikut: (1) kerugian jiwa sebanyak 191.164 orang meninggal/ peringkat ke-2, lalu 17.545.000 orang menjadi korban/peringkat ke-9; serta (2) kerugian ekonomi mencapai US$.22.582 miliar/peringkat ke-8.

Walau segala hal terkait bala bantuan kemanusiaan di Idnonesia terhadap bencana yang ditimbulkan oleh alam ini—seperti biasanya–terkesan ‘lamban dan pilih kasih’ dalam hal prioritas lokasi penanggulangan, tak terhingga bantuan serta relawan terus mengalir deras dari berbagai wilayah diseluruh Indonesia. Hal ini menjadi salah satu indikator positif dari modal sosial/social capital bangsa yang masih tinggi rasa empati terhadap sesama saudaranya.

Memang bergantian dan semakin terus menerus berkelanjutan, bencana datang secaa bertubi. Sampai tanggal ditulisnya esei ini, dari Departemen Sosial RI tercatat dalam periode pemerintah sekarang ini sebanyak 312 kejadian (peringkat ke-4). Disaat kita semua terperangah akan Indonesia sebagai bumi Nusantara yang akrab dengan bencana, kesiagaan menghadapi bencana yang semakin kerap datang belum tampak dilakukan secara lebih sistemik dan berkelanjutan.

Koordinasi Siaga Bencana

ikang-fawzi-suami-marissa-haqueUU No.24 Thn 2007 tentang Penganggulangan Bencana memberikan definisi bencana sebagai sebuah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Sedangkan kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Standar tanggap darurat juga sudah diatur dalam UU ini, melalui koordinasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kesiapsiagaan, peringatan dini dan mitigasi bencana menjadi faktor kunci dalam penanggulangan bencana.

——-

[1]Follet, Mary Parker. 1941. The Theory of Social and Economic organizations. Talcott Parsons, transl., 1947; distilled from Weber’s Multi-volume Work, “Wirtscahft und Gesellscahft” (Economi and Society)
[1] Doh, Jonatan. P. 2005. Strtaegic Management, in Journal in Mangement Studies, in May Edition


Stand Point-ku atas PIdana Illegal Loging di Propinsi Riau: Marissa Haque Fawzi

Dari Blog Ikang Fawzi di: http://ikangfawzi.blogdetik.com/

 jpeg-marissa-haque-manis-sekaliMarissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan a very strong leadership (kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi) untuk menghentikan penebangan liar, melalui asas FORUM PREVILEGIATUM bilamana seluruh perangkat hukum yang tersedia dinegeri ini tidak lagi dapat menyelesaikan masalah pencurian kayu sistemik serta berkelanjutan tersebut.

“Dulu di Riau ada Kapolda yang memiliki komitmen untuk mengatasi pembalakan liar. Namun, akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan,” kata istri rocker terkenal Ikang Fawzi ini.

Marissa Haque selama tahun 2008 pernah beberapa kali datang ke Riau untuk meneliti kehancuran hutan Riau guna menyelesaikan Disertasi S3-nya di IPB Bogor. Saat itu, artis ini banyak dibantu oleh para aktivis lingkungan di Riau dan mantan Kapolda Riau, Irjen Pol Sutjiptadi.

“Gak lihat baju saya pakai sekarang ini, cokelat? Karena hutan Riau tidak lagi hijau lagi,” kata Icha, panggilan akrabnya.

Hadir dalam Diskusi Publik tersebut Prof Jonotoro dan Direktur Ekeskutif Walhi, Hariansyah. “Mari kita mulai dari diri sendiri dan hari ini untuk selamatkan hutan Riau,” ajak Icha.(*)

Editor : Juang_Naibaho
Source : Tribun Pekanbaru

Sumber:
http://www.tribunnews.com/2010/10/17/marissa-haque-kritisi-hutan-riau



Lingkungan Sehat Akademik UGM Membuat Ikang Fawzi Lulus MBA dengan Nilai A Bulat: Marissa Haque Fawzi
Selasa Desember 14th 2010, 11:50
Diarsipkan di bawah: Lingkungan Keluarga, SDALH

Kabar Gembira!

Leadership Ikang Fawzi suamiku alhamdulillah semakin terbukti didalam keluarga kami. Kemarin pada tanggal 13 desember 2010, dengan dua orang penguji inti dari FEB-UGM bernama: (1) Ertambang, PhD; dan (2) Bambang Riyanto, PhD, suamiku Ikang Fawzi berhasil lulus dengan cemerlang dan mengantongi nilai akhir ujian thesisnya A (bulat)!
ikang_fawzi_jadi_iklan_mm_ugmSubhanallah… sebuah perjuangan yang tidak main-main, dan menjadi contoh positif bagi kita semua di Indonesia. Bahwa seorang penyanyi rock-pun mampu menunjukkan kelas intelektualitasnya secara kaffah dan mumpuni. Contoh yang sangat baik bagi istri dan kedua putrinya,…insya Allah demikian adanya.

Berikut saya lampirkan sebuah sms untuk dijadikan fwd–dari salah seorang teman karib di UGM, Yogyakarta-Jakarta:

Selamat untuk Mas Ikang Fawzi atas keberhasilannya mendapatkan MBA dengan nilai kelulusan A dari Fakultas Ekonomi-Bisnis UGM (Universitas Gajahmada), Yogyakarta kemarin 13 Desember 2010. Anda adalah penyanyi rock Indonesia pertama yang menjadi MBA dari salah satu universitas terbaik di Indonesia. Kapan S3 nya dimulai? semoga secepatnya ya?



Lingkungan Hidup Gunung Merapi & MBA Suamiku Ikang Fawzi: Marissa Haque Fawzi
Minggu Desember 12th 2010, 21:29
Diarsipkan di bawah: Lingkungan Keluarga, SDALH


Marissa Haque & Ikang Fawzi - Kena Imbas Letusan Merapi

by Redaksi Web

Wednesday, 03 November 2010 05:49

Meski tak berada dekat dengan lokasi kejadian, namun pas letusan Gunung Merapi yang terjadi di Yogyakarta beberapa waktu lalu membuat artis Marissa Haque secara tak langsung terkena imbasnya juga. Hal itu dikarenakan Marissa mengaku memiliki banyak sahabat yang tinggal di Yogyakarta.

“Saat mendengar Merapi meletus, saya langsung menghubungi beberapa sahabat, dosen dan orang-orang terdekat saya yang tinggal di sana. Alhamdulillah mereka semua selamat,” ungkap Marissa Haque saat dikonfirmasi lewat telepon,kemarin malam.

Terlebih, dirinya yang sekarang masih menempuh pendidikan gelar MBA untuk jurusan ekonomi bisnis di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta jadi terhambat dikarenakan adanya bencana yang terjadi.

“Ini adalah tahun kedua saya. Kebetulan bersama suami juga sedang menyelesaikan kuliah kami untuk program MBA di UGM. Dan seharusnya mas Ikang dalam waktu dekat ini sudah bisa ujian untuk mendapatkan gelar MBA untuk studi corporate strategis real estate. Tapi karena adanya bencana ini, Mas Ikang harus menunggu jadwal ujian sampai keadaan di sana aman,” tandas Marissa.

Namun demikian artis yang beberapa waktu lalu sempat dicalonkan PKS menjadi wakil gubernur Banten ini merasa kalau semua ini ada hikmahnya.

“Kami ambil hikmahnya saja untuk kami berdua dalam melatih kesabaran,” pungkas Marissa. (kapanlagi)



Dugaan Politik Lingkungan Oligarki Tangsel: Marissa Haque Fawzi
Minggu Desember 12th 2010, 16:57
Diarsipkan di bawah: SDALH

Ketua MK: Politik Kita Sekarang Oligarki!

Mahfud MD menegaskan, penegakan supremasi hukum tidak akan pernah berjalan baik selama model politik yang diterapkmarissa_haquean adalah oligarki.

“Hukum dalam arti produk politik sangat dipengaruhi sistem politik, apakah demokratis atau tidak,” kata Mahfud saat pengukuhan Saldi Isra sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat, Kamis (11/2).

Pascareformasi, kata Mahfud, bangsa Indonesia mengalami pergeseran dari sistem politik yang otoriter ke demokrasi sesaat dan sekarang oligarki. “Sistem politik kita sekarang ini bukan demokratis tetapi oligarki,” katanya.

Oligarki adalah suatu sistem politik di mana berbagai keputusan diambil hanya oleh elite-elitenya dan bukan anggota partai.

Karena itu, Mahfud menambahkan, yang banyak terjadi selanjutnya adalah politik transaksional. Ia menyontohkan, seorang pejabat yang terkena satu kasus bisa jadi tidak akan terkena sanksi apapun karena ternyata punya sesuatu yang bisa digunakan untuk menekan pihak lainnya.

“Coba saja tahan saya, nanti kasus-kasus yang lain bisa saya bongkar. Akhirnya penegakkan hukum jadi tenggelam,” katanya menyontohkan tekanan dan ancaman di era oligarki.

Dia mempertanyakan pula mengapa pasca reformasi justru banyak terjadi kasus KKN dan penegakkan hukum menjadi karut-marut. “Demokrasi penting untuk membangun bangsa ini. Demokratis atau tidaknya suatu pengambilan keputusan politik, akan menggambarkan baik-buruknya wajah hukum di suatu negara,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ketua MK juga menyinggung tentang berbagai perubahan hukum tata negara itu sebenarnya berasal dari perdebatan-perdebatan yang terjadi di kalangan ahli.

Menurut dia, konstitusi itu hanya kesepakatan-kesepakatan. “Berbagai pengembangan itu kemudian diputuskan oleh pengadilan, yang dalam hal ini adalah MK. Karenanya bisa jadi ada hal yang tidak baik dalam perumusan satu produk hukum,” kata Mahfud.

(new/ant)



Lingkungan Tanpa ‘Sedekah Aurat’ Lebih Sehat bagi Sebuah Pernikahan: Marissa Haque untuk Ikang Fawzi
Selasa Nopember 30th 2010, 13:02
Diarsipkan di bawah: SDALH

Alhamdulilllah banyak masyarakat muslim Indonesia yang kondisi keimanannya lebih baik dari saya mendukung keberatan saya atas kedua penyanyi senior Indonesia yang saya rasakan menggangu keharmonisan seksual rumah tangga saya. Jazakumullah khoir saudara dan saudariku sekalian…may Allah bless you…

Terimakasih banyak saudaraku Mas AZLIN di alamat: kencanagroup@ymail.com, 202.70.54.136 Submitted on 2010/11/06 at 3:48pm
Assalamulaikum Wr. Wb

Saya setuju dengan Mbak Marisa. Berani dan tegas. untuk memberantas hal2 yang menyalahi norma agama (Islam tentunya), tidak mesti melihat siapa Mbak Marisa.

ikang_fawzi_dan_marissa_haque
Siapa saja pun harus berbuat demikian kalau dia mengaku Islam. Apalagi Mbak Marisa sebagai Publik Figur. Popularitas dalam kancah politik itu tergantung yang menilai. Berbuatlah yang terbaik menurut agamamu. Cegahlah perbuatan yang salah itu :

vina-panduwinata-perek-tetek

1. dengan tindakan
2. dengan perkataan
3. Mencegahnya dari dalam hati (selemah-lemahnya iman)

Setidaknya apa yang telah Mbak marisa tulis dapat menyadarkan mereka untuk tidak bangga berbuat dosa membuka dan memperlihatkan aurat wanita mereka. Setiap Manusia tentunya tidak luput dari dosa, tetapi jangan sampai bangga dengan perbuatan dosa tersebut.

Salam.



Penanganan Sampah Jepang dapat untuk Tangsel: Pengalaman Ikang Fawzi Suamiku Tinggal di Tokyo-Jepang
Sabtu Nopember 27th 2010, 22:49
Diarsipkan di bawah: SDALH

marissahaqueandikangfawziatlittlefoDi Negara Jepang, sampah yang dihasilkan dari aktivitas produksi (ada beberapa pengecualian) dianggap sebagai sampai industry, dan pengolahannya diserahkan sebagai tanggung jawab dari pihak yang menghasilkannya. Di luar sampah industry maka digolongkan sebagai sampah umum, dan secara garis besar dibagi menjadi sampah umum terkontrol khusus dan sampah selain itu (sampah rumah tangga, air, kotoran). Oleh karena ‘kualitas’ dan kuantitas sampah yang dihasilkan tidak sama tergantung negara atau distrik, maka metode pengolahannya pun sudah pasti berbeda. Dalam kesempatan ini, akan diperkenalkan kondisi perkembangan pengolahan sampah umum yang dilakukan Jepang, dengan menitikberatkan sisi hardwarenya.

Sejak pertengahan abad ke-19, di Jepang, seiring dengan laju modernisasi konsentrasi populasi khususnya daerah perkotaan berkembang pesat sehingga kesehatan masyarakat menjadi masalah serius, dan penguburan sampah mulai dibatasi, di sisi lain pembakaran sampah mulai dianjurkan. Kemudian, pada tahun 1900 dibentuklah undang-undang pembuangan sampah, yang menjadikan tugas pengolahan sampah sebagai tanggung jawab pemerintah, sehingga sejak itu dimulailah era pembakaran. Yaitu diadopsinya model penguburan residu pembakaran di tempat pembuangan akhir setelah upaya dengan titik berat pada proses pembakaran sampah yang dari sudut pandang antisipasi penyakit menular, kesehatan masyarakat, dan pengurangan volume
sampah sangat berarti.

Sekitar akhiur abad ke-20, gas rumah kaca, limbah beracun, zat polutan mikro, tempat pengolahan akhir, mulai dihubungkan erat dengan pengolahan sampah. Khususnya, masalah dioksin telah menjadi masalah besar masyarakat. Terhadap masalah ini, antisipasinya adalah menggiatkan pengembangan dan penggunaan tungku pelelehan berbahan bakar gas, produksi RDF dan pengolahan area luas, serta tungku stoker generasi baru, bersamaan dengan peninjauan ulang teknologi pembakaran konvensional karena dioksin akan terurai dalam kondisi pembakaran sempurna suhu tinggi Selain itu, pengaruh pertumbuhan ekonomi membuat hidup masyarakat menjadi berkecukupan, yang menjadikan lekat pola hidup produksi massal dan konsumtif, sehingga jumlah sampah yang dihasilkan semakin membengkak. Konsekuensinya adalah, semakin menipisnya sisa tahun penampungan di tempat pembuangan akhir, serta sulitnya mendapatkan lahan tempat pembuangan akhir
yang baru, sehingga jumlah sampah tidak layak bakar membengkak. Atas dasar itu, dewasa ini daur ulang sampah menjadi barang bermanfaat menjadi orientasi,  karena di samping dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir, juga turut mengurangi konsumsi sumber daya alam dan meringankan beban lingkungan.
Teknologi Pembakaran Stoker

Bagian utama fasilitas pembakaran, terdiri dari fasilitas receiving dan supply, fasilitas pembakaran, fasilitas pendinginan gas pembakaran, fasilitas pengolahan gas emisi, fasilitas pembangkit listrik, fasilitas pemanfaatan panas sisa, fasilitas pengeluaran abu, serta pengolahan air buangan.

Tungku pembakaran yang menjadi jantung fasilitas pembakaran, dari formatnya dapat dibagi secara gamblang menjadi tipe stoker dan tipe aliran dasar. Tipe stoker adalah mainstream tungku pembakaran, memiliki sejarah panjang, dan jumlah fasilitasnya jauh lebih banyak. Dengan stoker yang bergerak kedepan-belakang sampah diaduk, untuk pengeringan dan pembakaran digunakan berbagai macam tungku dari tipe kecil hingga ke yang besar. Selain itu, bentuk tungku pembakaran dapat dibagi menjadi tungku aliran berlawanan, tungku aliran
tengah, dan tungku aliran searah. Bentuk tungku yang digunakan untuk pembakaran berbeda-beda tergantung karakter sampah yang dijadikan obyek.

Dioksin tidak hanya dihasilkan dari pembakaran sampah, tetapi dapat dihasilkan olehsemua pembakaran. Gas emisi kendaraan, kebakaran hutan, asap rokok dan dari perkara lain di sekitar kita juga dihasilkan. Selain itu, juga proses pemutihan bubur kertas pun dihasilkan, dan ada kadangkala dihasilkan sebagai impurity pada proses produksi senyawa khlorinat organik.

Terjadinya dioksin dalam pembakaran sampah, dapat dikendalikan dengan penguraian suhu tinggi dioksin atau prehormon melalui pembakaran sempurna yang stabil. Untuk itu, penting untuk mempertahankan suhu tinggi gas pembakaran dalam tungku pembakaran, menjaga waktu keberadaan yang cukup bagi gas pembakaran, serta pengadukan campuran antara gas yang belum terbakar dan udara dalam gas pembakaran. Kemudian terhadap pencegahan pembentukan senyawa de novo yang juga merupakan penyebab munculnya dioksin, pendinginan mendadak serta pengkondisian suhu rendah gas pembakaran akan efektif 

Selain itu, terhadap debu terbang yang dikumpulkan dengan penghisap debu yang banyak mengandung dioksin, ada teknologi pemrosesan reduksi khlorinat dengan panas. Untuk udara atmosfir yang dikembalikan karena menggunakan reaksi reduksi khlorinat dengan menukar khlor yang terkandung dalam dioksin dengan hydrogen, dengan terus memanaskan debu terbang pada suhu 350 keatas, 95 dioksin dalam debu dari jumlah totalnya akan terurai. Ini digunakan sebagai teknologi yang dapat menguraikan dioksin dengan energi input lebih sedikit dibandingkan dengan peleburan.

Pengolahan abu
Karena debu yang dikumpulkan dengan penghisap debu banyak mengandung logam berat atau dioksin, ditetapkan sebagai sampah umum kontrol khusus dan diwajibkan atasnya berbagai proses seperti proses sementasi, proses
chelation, ekstraksi asam atau solvent/ netralisasi, peleburan, dan burning.

Di antara ini semua, pada peleburan abu bakaran atau abu terbang dipanaskan pada suhu 1250 1450 atau lebih dengan menggunakan panas pembakaran bahan bakar atau energi listrik, san abu dijadika slag. Karena diproses suhu tinggi, dioksin dalam residu pembakaran pun 99 % ke atas terurai. Abu yang telah dijadikan slag, selain mengalami penyusutan volume, juga mengalami netralisasi racun, karena itu pemanfaatan ulang terbuka lebar, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai andil dalam memperpanjang umur tempat pembuangan akhir.
Pemanfaatan pembangkit listrik dan panas sisa

Uap panas tekanan tinggi yang dihasilkan boiler, dikirim ke turbin uap, dan turbin melakukan kerja dengan berputar, semakin besar selisih panas anatara inlet dan outlet semakin besar pula daya listrik yang dibangkitkan oleh kerja turbin uap per kuantitas uap. Karena itu, improvisasi persyaratan inlet turbin dengan cara membuat boiler panas dan tekanan tinggi, di samping improvisasi tingkat kevakuuman pada outlet turbin (tekanan rendah outlet) merupakan jalan untuk mendapatkan daya listrik tinggi.  Selain itu, sebagai pemanfaatan sisa panas, uap yang dihasilkan boiler dimanfaatkan secara langsung atau melalui alat penukar panas untuk membuat air hangat yang itu kemudian digunakan di internal atau eksternal fasilitas.

Tungku Pelelehan Berbahan Bakar Gas
Agenda permasalahan tungku pembakaran sampah yang sudah ada adalah pengurangan beban lingkungan dan penggalakan penarikan barang yang diperlukan pada proses pengolahan. Pada pertengahan tahun 1970 mulai
pengembangannya dilakukan, sebagai upaya pemecahan masalah tersebut, dengan memperhatikan penguraian oleh panas. Tetapi, karena sampahnya mengandung elemen yang kompleks dan kuantitas panas yang dihasilkan rendah, sulit untuk direalisasikan karena membutuhkan energi pembantu dalam jumlah besar.

Tetapi, akhir-akhir ini, permasalahan ini memiliki prospek pemecahan tungku pelelehan berbahan bakar gas dilirik kembali karena kuatnya dorongan kebutuhan akan pengurangan kuantitas emisi dioksin, serta tuntutan cost down yang dikeluarkan untuk pelelehan abu mengingat proses pelelehan abu bakaran sudah menjadi umum. Sebagai formatnya, ada 3 jenis tungku pelelehan berbahan bakar gas: tipe fluida dasar, tipe kiln, serta tipe tungku shaft. Ada berbagai karakteristik seperti pengurangan drastis jumlah emisi dioksin dengan pembakaran suhu tinggi, perampingan fasilitas pengolahan gas emisi dengan pembakaran rasio udara rendah, serta tidak diperlukannya sumber panas eksternal karena pemanfaatan panas yang dimiliki sampah untuk pelelehan abu sampah.

Memang mesin ini memiliki reputasi pengoperasian yang semakin bertambah, di satu ia dikritisi khususnya karena memerlukan input energi pembantu, ketidakcocokan dengan sampah kalori rendah, kesulitan penanganan slag, serta parahnya kerusakan bahan tahan api.

Tungku Stoker Generasi Baru
Pada tungku pelelehan berbahan bakar gas terdapat permasalahan sebagaimana disebutkan di depan, dan konfigurasi sistem pengolahan gas emisi pun tidak terlalu jauh berbeda dari tungku pembakaran stoker konvensional, tetapi jika pembakaran suhu tinggi rasio udara rendah dengan tipe tungku stoker
konvensional, dapat dihasilkan efek yang serupa dengan tungku pelelehan berbahan bakar gas, karena itulah penggunaan tungku stoker generasi baru mulai dipertimbangkan. Tungku stoker memiliki reputasi nyata, dan reliabilitasnya tinggi.

Selain itu, karena suhu pembakarannya sekitar 1100 , keuntungannya adalah kerusakan bahan tahan api yang kecil. Dewasa ini, di berbagai perusahaan, sedang giat diterapkan uji demonstrasi atau uji mesin, dan konsep total tungku stoker generasi baru, kini bergeser dari pemapanan teknologi, menuju pelemparan ke pasaran. Konsep total masing-masing perusahaan mengenai tungku stoker generasi baru berbeda dalam hal pembakaran suhu tinggi dengan rasio udara rendah dan pencapaian efisiensi pembakaran tinggi, penurunan konsentrasi dioksin, pengurangan kunatitas gas emisi, rasio pemanfaatan panas dan peningkatan efisiensi pembangkit listrik, serta tingkat kebersihan dari debu, dan ke depan perkembangan ini perlu diamati terus.

Pembuatan RDF dan Pengolahan Wilayah Luas
RDF (Refuse Derived Fuel) adalah bahan bakar yang dibentuk seperti krayon dengan mencampurkan batu abu ke sampah yang telah dipisahkan dari sampah tidak terbakar. Dengan melakukan ini, tidak akan membusuk walau disimpan dalam waktu lama, serta sangat praktis untuk pengangkutan. Jika kualitasnya homogen pembakaran pun stabil. Karena itu, fasilitas pembuatan RDF dibangun di berbagai tempat, lalu RDF yang dibuat di masing-masing tempat di wilayah yang luas tersebut diangkut dan dikumpulkan ke satu tempat, sehingga dapat diadopsi suatu sistem fasilitas pembangkit listrik yang mengelolah RDF dalam skala besar. Mengingat kasus ini merupakan contoh pengolahan sampah area luas, untuk meningkatkan nilai komersial sistem secara luas, perlu memikirkan pembangkit listrik efisiensi tinggi dan biaya operasionalnya ditutupi oleh hasil penjualan listrik tersebut.
Poin-poin Penting serta Saran Antisipasi untuk Fasilitas Insinerator Sampah tetap akan dihasilkan karena semaksimal apa pun upaya untuk

3R (Refuse, Reuse, dan Recycle), penurunan kualitas barang tidak bisa dielakkan. Proses pembakaran sampah yang dapat melakukan daur ulang termal, akhir-akhir ini menjadi teknologi yang mutlak diperlukan. Tetapi fasilitas pembakaran dengan beban lingkungan yang rendah serta biaya operasional yang murah selalu menjadi
tuntutan. Sebagai teknologi pembakaran yang dapat bertahan, pengurangan jumlah emisi dioksin, suplai energi efisiensi tinggi, pengurangan kuantitas produksi gas efek rumah kaca, seta peringanan lainnya menjadi target sasaran.
Teknologi Fermentasi Metana
Pada tauhn 2002, di Jepang, telah dicanangkan “biomass - strategi total Jepang” sebagai kebijakan negara. Sebagai salah satu teknologi pemanfaatan biomass sumber daya alam dapat diperbaharui yang dikembangkan di bawah
moto bendera ini, dikenal teknologi fermentasi gas metana. Sampah dapur serta air seni, serta isi septic tank diolah dengan fermentasi gas metana dan diambil biomassnya untuk menghasilkan listrik, lebih lanjut panas yang ditimbulkan juga turut dimanfaatkan. Sedangkan residunya dapat digunakan untuk pembuatan
kompos.

Karena sampah dapur mengandung air 70 - 80 %, sebelum dibakar, kandungan air tersebut perlu diuapkan. Di sini, dengan pembagian berdasarkan sumber penghasil sampah dapur serta fermentasi gas metana, dapat dihasilkan sumber energi baru dan ditingkatkan efisiensi termal secara total.

Jenis serta Struktur Tempat Pembuangan Akhir
Untuk tempat pembuangan akhir, metode penempatannya diatur menurut undang-undang pengolahan sampah, dan dibagi menjadi tempat pembuangan tipe aman, tempat pembuangan terkontrol, tempat pembuangan terisolasi. Mengenai penerimaan sampah umum ditangani oleh tempat pembuangan terkontrol. Penimbunan memanfaatkan reaksi penguraian senyawa organik oleh mikroba yang hidup di dalam tanah. Karena pada saat penimbunan akan dihasilkan gas dapat terbakar seperti gas metana, disiapkan tabung tahan gas untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan.

Teknologi Pengolahan Air Rembesan
Pada saat dilakukan penimbunan, kualitas air rembesan (lindih) sangat dipengaruhi oleh karakteristik sampah yang ditimbun, skala tanah timbunan, kedalamannya, kondisi iklim, konstruksi timbunan dan sebagainya. Memang ini merupakan pengolahan yang disesuaikan dengan standar kapasitas buangan yang mengikuti lokasi, tetapi proses awal/ penyesuaian, proses biologi dan proses kimiawi menjadi bagian utama dalam pengolahan lindih yang dihasilkan, yang setelah diolah dikirim ke lokasi penimbunan.

PENUTUP
Teknologi pengolahan sampah telah diperkenalkan dengan menintikberatkan pada teknologi pembakaran yang paling banyak diadopsi. Teknologi pengolahan sampah, merupakan teknologi yang keberadaannya dirasakan mutlak untuk menjaga agar lingkungan hidup lebih baik, dengan mengolah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga serta dari aktivitas industry. Idealnya, agar dapat dikembangkan teknologi pengolahan sampah yang dengan itu dapat menekan konsumsi sumber daya alam serta meringankan beban lingkungan

DAFTAR PUSTAKA
Bahan Seminar Teknologi Lingkungan, Penyelenggara : Steering Committee Akselerasi Pertukaran Teknologi Lingkungan (oleh Kawasaki Juko, Co. Ltd.)



Semoga airin Rachmi Diany dalam Kondisi Sehat & Tak Lagi Buat Lingkungan Jahat buat Kami
Kamis Nopember 25th 2010, 21:16
Diarsipkan di bawah: SDALH

stressnya-airin-rachmi-diany-pasca-gugatan-andre-taulani-dan-arsyid-serta-yayat-dan-norodom_410x480Berkah Ramadhan Keluarga Besar Ikang Fawzi dan Marissa Haque

Minggu, 12 September 2010 - 21:09 wib

JAKARTA - Ramadan kali ini, penyanyi rock ternama Ikang Fawzi dan aktris Marissa Haque mendapatkan berkah yang luar biasa selama hidup perkawinan mereka.
Di umur yang bukan muda lagi, pelantun lagu Preman ini masih bisa mengeluarkan album barunya berjudul “Marry Me” bersama Naga Swara yang dibesutnya bareng kedua adik iparnya Ekky Soekarno suami dari presenter dan bintang iklan Soraya Haque dan Gilang Ramadhan suami dari penyiar radio kondang di Delta FM, presenter dan bintang iklan Shahnaz Haque.

“Alhamdulilah, tahun ini mama menjelang Lebaran,kami bertiga bisa mengeluarkan album yang bagus banget. Apalagi di usia matang kami bertiga yang sekarang ini ternyata masih bisa mengeluarkan album, bagi kami hal itu berkah banget,” kata Ikang fawzi kompak didampingi kedua adik iparnya itu Ekky dan Gilang saat ditemui diacara The Arabian Night Bazar, La Piaza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sembari berbuka puasa keluarga besarnya belum lama ini.

Lelaki ganteng kelahiran Jakarta anak Deplu ini mengaku jika Ramadhan tahun ini dan sebelumnya terasa besar alfian-mujahiddinsekali perbedaannya. Bagi keluarga kami keluarga musisi ini perbedaannya bagaimana kita merayakan suatu kemenangan atas apa yang telah kita lakukan selama satu bulan ini,” ulasnya. Tradisi yang dilakukannya pun tidak jauh berbeda dengan orang lain, tetapi yang pasti bagi kami semua karena sebagian besar telah lama menjadi yatim-piatu ini, jka dahulu saat masih lengkap seluruh keluarganya melakukan sungkeman kepada kedua orangtuanya. Maka belakangan ini mereka mengunjungi para sanak mereka lainnya yang jauh lebih tua dari mereka. “Kami akan saling bermaaf-maafan atas kesalahan yang kita lakukan seperti biasa lah, layaknya seperti keluarga lainnya juga,” pungkasnya.(IKIRU)