“Kisah Selebritas Lingkungan versi tempointeraktif.com: dalam Marissa Haque Fawzi”
Minggu, 20 November 2011 | 07:32 WIB
Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/hobi/2011/11/20/brk,20111120-367477,id.html


TEMPO Interaktif, Jakarta - Penggunaan figur publik untuk mengkampanyekan sesuatu sudah lazim dilakukan di berbagai bidang. Ada yang ditasbihkan sebagai duta kesehatan, lingkungan, maupun duta lainnya. Khusus di bidang lingkungan, ada puluhan bahkan mungkin seratusan selebritas yang memainkan peran duta. Sebagai panutan, ucap, sikap, dan perilaku mereka diharapkan dapat mempengaruhi dan ditiru khalayak luas.
Karena itu idealnya tentu mereka dipilih karena memang memiliki karakter yang kuat, serta kredibilitas dan integritas tinggi. Tapi tak sedikit, duta dari kalangan selebritas yang sepertinya ditunjuk cuma berdasarkan popularitas atau sekedar latah. Akibatnya, komitmen dan kiprahnya nyaris hanya terdengar saat penobatan, lalu senyap selamanya. Lebih parah, jika ada pesohor yang menunggangi posisinya sebagai duta untuk portofolio pribadi. Cilaka!
***
Lirik demi lirik lagu Orkes Sakit Hati dilantunkan oleh Kaka “Slank”, 37 tahun. Pria bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji itu lantas menaiki tumpukan kotak pengeras suara di atas panggung dan berlenggak-lenggok menirukan gerakan komodo. “Gimana sih jogetnya komodo?” teriak Kaka. Ratusan pengunjung Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan, Senin pekan lalu, langsung histeris melihat aksi Kaka itu.
Kelompok musik Slank memang menjadi primadona pergelaran yang dinamai Konser Pilih Komodo itu. Ada 20 musikus dan grup musik yang terlibat, di antaranya Gugun Blues Shelter, Audy, Ada Band, Alexa, Ring of Fire, dan Fadly “Padi”. Abdee Negara, gitaris Slank, menjadi salah satu penggagas acara yang disiapkan hanya dalam tujuh hari itu.
Perhelatan itu demi menyukseskan Taman Nasional Pulau Komodo menjadi Tujuh Keajaiban Dunia Baru versi Yayasan New7Wonders, yang bermarkas di Swiss. Melalui konser musik ini diharapkan makin banyak orang yang mendukung Pulau Komodo dalam pemungutan suara via pesan pendek (SMS) telepon seluler sebelum ditutup pada empat hari kemudian (11 November 2011).
Slank didaulat oleh Pendukung Pemenangan Komodo sebagai duta komodo bersama Jusuf Kalla, kelompok musik RAN, dan Fadly. Menurut Emmy Hafild, Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, figur publik seperti Jusuf Kalla dan beberapa musisi, termasuk Slank, dinilai bisa menjadi daya tarik penggalangan dukungan.
Betapa tidak. Emmy memberi contoh dampak keterlibatan Jusuf Kalla yang sangat signifikan sejak bergabung pada 30 September 2011. Jumlah dukungan yang sebelumnya hanya ratusan dukungan per hari melonjak menjadi ratusan ribu tiap hari. “Kami menumpang ketenaran beliau,” ujar Emmy dalam jumpa pers di Palang Merah Indonesia Pusat, 4 November lalu.
Sementara itu, Bimbim, penabuh drum Slank, menganggap ajakan untuk menggalang dukungan bagi Pulau Komodo sebagai sesuatu yang seru. “Setidaknya Indonesia bisa bersatu mendukung Komodo,”kata Bimbim saat ditemui Kamis pekan lalu.
“Orang Indonesia saja banyak yang belum tahu. Enggak menang enggak apa-apa karena efeknya besar, masyarakat jadi tahu,” ujar musikus bernama asli Bimo Setiawan Almachzumi ini.
Bukan kali ini saja Slank berpartisipasi dalam kegiatan bertema lingkungan hidup atau dinobatkan sebagai duta lingkungan. Setidaknya, sejak 2006, mereka telah menjadi “Duta Indonesia Hijau” dari Kementerian Lingkungan Hidup. Duta Indonesia Hijau memfokuskan perhatiannya untuk mengajak masyarakat luas melakukan konservasi dan mengembalikan fungsi lingkungan hidup.
Slank memulainya dari lingkup sendiri, yakni para penggemarnya, yang dikenal dengan sebutan Slankers. “Kami mengajak menjaga lingkungan hidup melalui lagu dan jejaring sosial Twitter. Sangat efektif karena Slankers tersebar hampir di semua kabupaten-kota di Indonesia,” kata Bimbim.
Slank juga kerap bekerja sama dengan lembaga peduli lingkungan, seperti Pro Fauna dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). “Kami kadang meminta Pro Fauna dan Walhi memberikan penyuluhan kepada fans tentang lingkungan,” ujar pentolan Slank ini.
Selain Slank, yang termasuk Duta Indonesia Hijau di antaranya Angelina Sondakh, Nugie, Paramitha Rusady, dan Titi Kamal. Selebritas lainnya menjadi “juru bicara” untuk aspek pelestarian lingkungan atau “Duta Kelestarian Lingkungan”. Mereka–Ebiet G. Ade, Lula Kamal, Dewi Sandra, dan Mona Ratuliu–bertugas menyebarkan informasi yang mudah dicerna tentang kesadaran akan keseimbangan antara ruang hijau terbuka dan kawasan permukiman.
Ada juga duta penataan hukum lingkungan, yang memusatkan perhatian pada penegakan hukum terhadap lingkungan melalui karya-karyanya, seperti yang dilakukan budayawan Radhar Panca Dahana. Duta penataan hukum lingkungan lainnya adalah penyiar televisi Rahma Sarita, penyanyi Iga Mawarni, serta artis Wanda Hamidah dan Marissa Haque.

Tercatat pada 2007 ada 100-an figur publik yang menjadi duta lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup. Ketika Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim, mereka ikut berperan mengkampanyekan isu perubahan iklim.
Para selebritas itu dilibatkan, menurut Henri Bastaman, Deputi VII Menteri Lingkungan Hidup, lantaran mereka sangat komunikatif terhadap khalayaknya. “Mereka mampu menyampaikan pesan dengan bahasa yang tidak terpikirkan oleh kami yang berpuluh-puluh tahun berkecimpung dalam masalah ini,” ujarnya.
Henri memberi contoh Dessy Ratnasari sebagai duta insan berwawasan lingkungan. Dessy menjelaskan kepada ibu-ibu betapa pentingnya mengkonservasi air tanah. “Coba ibu-ibu pikir, siapa yang paling susah kalau di kawasan ini sulit mendapatkan air? Kan, kaum perempuan kayak kita ini juga. Kalau enggak bisa cebok, enggak bisa mandi, gimana?” kata Henri menirukan ucapan Dessy yang menyentuh ibu-ibu kala itu.
Meski mengerahkan puluhan selebritas, Kementerian Lingkungan Hidup tidak mengeluarkan anggaran khusus. Menurut Henri, semuanya melalui pendekatan pertemanan. “Dengan persuasif mengajak dan menyentuh agar mereka terlibat,” ia menjelaskan. “Semuanya pro bono, mereka hanya diberi panggung,” Henri menambahkan.
Oppie Andaresta misalnya, yang kini tengah menggarap buku cerita dan lagu anak bertema lingkungan hidup. “Penggarapan buku dan CD sudah 70 persen. Ada sekitar delapan lagu ciptaan saya sendiri,” kata penyanyi yang terkenal lewat hit Cuma Khayalan ini.
Oppie, yang bersama Ian Kasela, vokalis grup band Radja, ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup sebagai duta lingkungan hidup pada Juni lalu, mengaku sampai sekarang belum mendapat bantuan dana dari Kementerian. Baginya, itu bukan kendala. “Prinsip saya, sekali bekerja, ya, dikerjakan saja meski dengan tenaga dan biaya sendiri,” ujarnya.
Hal lain yang dikeluhkan Oppie adalah tidak adanya program yang ditugaskan Kementerian kepadanya sejak ditunjuk menjadi duta. Ia mengaku berinisiatif mendatangi pejabat Kementerian untuk menanyakan tanggung jawab serta apa yang bisa disinergikan dengan program Kementerian.
Hal itu dibenarkan Henri karena sifat dari kegiatan ini yang sporadis. Tiap duta lingkungan berperan di arenanya masing-masing. Tidak ada agenda dan target tertentu yang dicanangkan. “Mereka membantu kegiatan kami. Kalau mereka membuat kegiatan sendiri, misalnya donasi pohon, kami akan memfasilitasi,” ujar Henri.
Karena mengandalkan kegiatan sporadis, banyak juga duta lingkungan yang sekadar numpang lewat. Sekali muncul lalu tak ketahuan lagi perannya. Apalagi popularitas seorang selebritas juga ada pasang-surutnya.
Proses pemilihan duta lingkungan juga tidak melalui kualifikasi yang ketat. Tidak ada syarat harus sudah menerapkan pola hidup hijau dalam kesehariannya. “Terlalu berlebihan kalau menerapkan syarat, apalagi kontrak. Yang penting mereka memiliki keinginan dan kepedulian saja dulu,” ujar Henri, yang ditugasi Menteri Nabiel Makarim mencari figur-figur pada 2003.
Walhasil, pihaknya, kata Henri, kerap mendapat keluhan dari masyarakat. Keluhan itu, misalnya, kenapa ada duta lingkungan yang pola hidupnya malah tak ramah lingkungan. Semua keluhan dijawab dengan penjelasan bahwa niat baik dari para selebritas itu yang seharusnya diapresiasi.
Penyanyi Nugie termasuk yang dikritik karena kebiasaan merokoknya. Tapi, bagi pemilik nama lengkap Agustinus Gusti Nugroho ini, merokok tidak lebih buruk ketimbang menggunakan kendaraan bermotor. “Gaya hidup sehat tapi masih pakai mobil, gimana? Kan, jelas-jelas emisi kendaraan bermotor yang bikin buruknya udara.”
Gaya hidup hijau, kata Henri, kini sudah menjadi tuntutan. Terlebih bagi para duta lingkungan ini. “Setidaknya itu merupakan pencitraan bagi mereka.” Henri memberi beberapa contoh: Dik Doank yang kini membuka sekolah alam, Sherina yang menjalani pola hidup organik, dan Nugie yang selalu bersepeda dari kediamannya di Bintaro, Tangerang, ke tempat kegiatannya di Jakarta.
***
Para selebritas peduli lingkungan tidak hanya bekerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup, tapi juga dengan organisasi nirlaba atau lembaga swadaya masyarakat. World Wide Fund for Nature (WWF), contohnya. Menurut Devy Suradji, Direktur Komunikasi dan Pemasaran WWF Indonesia, para selebritas itu datang dengan 1.001 ide. “Mereka mau buat acara, WWF coaching mereka,” ujar Devy.
Mereka yang mendukung program WWF itu disebut Pendukung Kehormatan. Bentuk dukungan bisa berupa finansial maupun tenaga yang bisa dipakai. Nadine Chandrawinata serta dua adiknya, Marcel dan Mischa; Nugie; dan model Davina, yang peduli terhadap masalah plastik, adalah contoh Pendukung Kehormatan WWF Indonesia.
Peran mereka, menurut Devy, sangat efektif. “Ibaratnya kalau kita mau belanja baju, yang menjelaskan pilihan yang bagus itu orang yang kita kenal, maka kita merasa nyaman, kan? Mereka itu panutan, public figure.”
Baik Devy maupun Henri sepaham bahwa figur publik sebagai duta lingkungan masih diperlukan. Henri mengakui, dua tahun belakangan ini gaung duta lingkungan agak meredup seiring dengan perubahan kebijakan. Namun Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, kata Henri, dalam peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2011 menegaskan kembali pentingnya melibatkan masyarakat dalam upaya melestarikan lingkungan hidup.
l ISHOMUDDIN | DIANING SARI | PURWANI PRABANDARI | DODY
“Kisah Selebritas Lingkungan versi tempointeraktif.com: dalam Marissa Haque Fawzi”
Dugaan Lingkungan Bau Busuk Andi Nurpati: Marissa Haque Fawzi (Korban Putaran 3 DPR RI 2009)
Prof Mahfud…ayo Pak… go for the best…
for Indonesia!
Belum Merdekaaaa…
Negara Kotor Indonesia: Ketika Keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) Putaran 3 DPR RI Dilecehkan KPU 2009

Jikalau Presiden SBY mendiamkan, katanya sih biasanya artinya adalah memang beliau setuju!
Ya Allaaah… benarkah Presien SBY terlibat didalam dugaan kriminal 7 (tujuh) orang komisioner KPU 2009 yang diketuai oleh Prof. Dr. Hafiz Anshari dan diasisteni secara aktif oleh Andi Nurpati, Putu Artha, Endang Lestari dengan aktor lapangannya adalah Sigit Ketua Departemen Hukum KPU 2009?
Sumber: Laporan wartawan KOMPAS.com
Caroline Damanik
JAKARTA, KOMPAS.com- Bukan hendak syuting, pasangan artis Ikang Fawzi dan Marissa Haque yang sebelumnya juga menjadi calon anggota legislatif mengajukan komplain atas penetapan calon anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (25/5).
Beserta caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dedy Djamaludin Malik, Ikang dan Marissa menduga adanya kecurangan dalam proses penetapan caleg terpilih pada tahap ketiga pembagian kursi di daerah pemilihan Jawa Barat.
“Caleg PPP Nu’man Abdul Hakim harusnya suaranya hangus. Dedi Djamaludin Malik harusnya mendapat kursi karena memperoleh suara tertinggi di tahap ketiga,” tutur Marissa seusai menemui komisioner KPU Andi Nurpati.
Baik Ikang maupun Marissa menduga ada permainan yang dilakukan antara saksi parpol dan KPU dalam penetapan caleg terpilih. Menurut Marissa, sebenarnya di tahap ketiga penghitungan kursi di tingkat provinsi, PAN memiliki sisa suara tertinggi dan memenuhi Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). “Tapi hak PAN sebagai partai dengan sisa suara tertinggi yang lebih punya hak, dikebiri oleh PPP,” ujar Marissa yang juga berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Kami tidak menang juga tidak mengapa. Tapi lebih kepada rasa keadilan yang terusik. Ini telanjang, siapapun bisa menghitungnya,” tambah Marissa.
Ikang dan Marissa pun curiga terhadap permainan oknum partai untuk melakukan negosiasi di luar partai. Menurut Ikang yang menjadi caleg Partai Amanat Nasional (PAN) di dapil Banten I, dalam penghitungan tahap ketiga, sisa kursi hanya terdapat di dapilnya. Dapil Banten II dan III sudah terisi semua.
“Otomatis saya yang masuk (di penghitungan tahap ketiga) dengan total suara 30.000-an. Sisa kursi kan di dapil 1. Tapi saya dengar oknum-oknum partai (PAN) ngotot diserahkan kepada Ketua DPW setempat,” tutur Ikang.

Ketika Ikang dan Marissa ditanyakan respon masing-masing partai mereka, keduanya sama-sama mengatakan proses penetapan tidak transparan. Apalagi dengan kondisi internal partai yang sedang terbelah menjelang Pilpres.
Marissa bahkan mengatakan telah menghubungi Ketua Umum PPP Suryadharma Ali. “Dia (SDA) malah bilang, ‘Dilawan aja Fernita. Kalau dibilang begitu, berarti itu keputusan Fernita, bukan keputusan partai,” tutur Marissa dengan gusar. Fernita adalah saksi PPP dalam rekapitulasi suara dan kursi.
Menurut Marissa, respon KPU juga tak memuaskan. KPU menyerahkan perdebatan kepada saksi parpol yang bersangkutan. Selanjutnya, Marissa berencana melaporkan Fernita, saksi PPP dalam rekapitulasi suara dan kursi bersama KPU, ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyelundupan hukum atas kecurangan penetapan caleg terpilih.
Sumber: http://marissahaquefawzi.blog.friendster.com/
Lingkungan Pos Kota yang Biasa Negatif Tumben Positif (Alhamdulillah Deh!): Marissa Haque Fawzi
Tumben Pos Kota Positif Beritanya!
Kamis, 2 Juni 2011 - 13:45 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Tim Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, bernama S di rumahnya di Komplek Kehakiman, Sunter, Jakarta Utara, tadi malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Dia diduga kasus suap penjualan aset perusahaan yang dinyatakan pailit dimana dia menjadi hakim pengawas perkara itu.
Kini hakim `S` dan kurator PT SI, PW, sedang diperiksa secara intensif di kantor KPK, Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Keduanya ditanyai seputar dugaan transaksi suap Rp 250 juta. Pasalnya, petugas KPK yang menangkap keduanya memiliki bukti penyerahan uang yang diduga terkait proses hukum kepailitan perusahaan yang dikuratori oleh PW tersebut. “Kami menyaksikan penyerahan itu,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Kamis, (2/6.
Johan mengatakan, seusai pemberian uang, PW langsung bergegas meninggalkan kediaman hakim S di kawasan Sunter.”Setelah memberi itu, PW tidak ditangkap,” kata dia.
Sebelumnya, KPK menginformasikan jika penangkapan dilakukan di dua tempat yakin, di kediaman hakim S di kawasan Sunter, dan di sebuah hotel di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan.
Kenapa tidak ditangkap di tempat yang sama? Johan mengklaim hal itu adalah sebagai strategi penyidikan.
Sementara itu, guna meluruskan informasi soal sebuah mobil yang ikut disita tim penyidik bermerek Mithsubisi Pajero, Johan menegaskan jika mobil itu bukan kepunyaan hakim S. “Itu milik kuratornya. Kita sita juga sebuah mobil. Itu milik kurator,” kata dia.
Uang tersebut langsung disita petugas KPK saat dilakukan penangkapan terhadap S tadi malam. “Duit itu ditaruh di tiga lembar amplop berwarna coklat, dan ditaruh di tas kertas warna merah,” ujar Johan.
Hakim tersebut sampai berita ini ditayangkan belum menyandang status tersangka, namun KPK rencananya akan menetapkan status tersangka hakim S dalam tempo 1X24 jam.
(rizal/sir)
Sumber: http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/02/kpk-tangkap-hakim-pengadilan-niaga
Lingkungan Hukum Negara Penguasa: Marissa Haque Fawzi
Pengertian Negara dan ‘Sistem’ Hukum Kenegaraan di Indonesia
Negara adalah suatu daerah atau wilayah yang terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Di dalam suatu negara minimal terdapat unsur-unsur negara seperti rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara lain.
Ada beberapa pengertian menurut para ahli :
1.Menurut Roger F. Soltau : Negara adalah suatu wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat
2.Menurut Georg Jellinek : Negara adalah suatu organisasi kekuasaan dari kelompok manusia yang telah berdiri di suatu wilayah tertentu.
3.Menurut Prof. R. Djokosoetono : Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berbentuk Republik yang telah diakui oleh dunia Internasional dengan memiliki ratusan juta rakyat, wilayah darat, laut dan udara yang luas serta terdapat organisasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang berkuasa. Negara merupakan suatu organisasi dari rakyat negara tersebut untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah konstitusi yang dijunjung tinggi oleh warga negara tersebut. Indonesia memiliki Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi cita-cita bangsa secara bersama-sama.
Fungsi-Fungsi Negara :
1. Mensejahterakan serta memakmurkan rakyat
Negara yang sukses dan maju adalah negara yang bisa membuat masyarakat bahagia secara umum dari sisi ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
2. Melaksanakan ketertiban
Untuk menciptakan suasana dan lingkungan yang kondusif dan damani diperlukan pemeliharaan ketertiban umum yang didukung penuh oleh masyarakat.
3. Pertahanan dan keamanan
Negara harus bisa memberi rasa aman serta menjaga dari segala macam gangguan dan ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar.
4. Menegakkan keadilan
Negara membentuk lembaga-lembaga peradilan sebagai tempat warganya meminta keadilan di segala bidang kehidupan.
Wilayah Negara Republik Indonesia terdiri dari beberapa gugusan beribu pulau yang sangat strategis. Negara Republik Indonesia adalah suatu negara memiliki lebih dari 450 suku bangsa dan budaya yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Keluasan wilayah menujukkan bahwa Indonesia sebagai negara memiliki atas kekayaan alam dan kekayaan hayati dan keanekaragaman suku bangsa agama dan aliran kepercayaan, serta tradisi-tradisi yang menjadikan Indonesia sebagai negara multikultur.
Law is a command of the Lawgiver (hukum adalah perintah dari penguasa), dalam arti perintah dari mereka yang memiliki kekuasaan tertinggi atau yang memegang kedaulatan. Demikian John Austin, seperti dikutip oleh Prof Lili Rasyidi. Perdebatan mengenai hububngan hukum dan politik memiliki akar sejarah panjang dalam ilmu hukum. Bagi kalangan penganut aliran positivisme hukum seperti John Austin, hukum adalah tidak lain dari produk politik atau kekuasaan. Pada sisi lain, pandangan berbeda datang dari kalangan aliran sejarah dalam ilmu hukum, yang melihat hukum tidak dari dogmatika hukum dan undang-undang semata, akan tetapi dari kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat dan berpandangan bahwa hukum itu tergantung pada penerimaan umum dalam masyarakat dan setiap kelompok menciptakan hukum yang hidup.
Memperhatikan perkembangan sistem hukum Indonesia, adanya ciri-ciri yang spesifik dan menarik untuk dikaji. Sebelum pengaruh hukum dari penjajahan Belanda di Indonesia berlaku hukum adat dan hukum Islam yang berbeda-beda dari berbagai masyarakat adat di Indonesia dari setiap kerajaan dan etnik yang berbeda. Setelah masuk penjajah Belanda membawa hukumnya sendiri yang sebagian besarnya merupakan konkordansi dengan hukum yang berlaku di Belanda yaitu hukum tertulis dan perundang-undangan yang bercorak positivis. Walaupun demikian Belanda menganut politik hukum adat (adatrechtpolitiek), yaitu membiarkan hukum adat itu berlaku bagi golongan masyarakat Indonesia asli dan hukum Eropa berlaku bagi kalangan golongan Eropa yang bertempat tinggal di Indonesia (Hindia Belanda). Dengan demikian pada masa Hindia Belanda berlaku pluralisme hukum. Perkembangan hukum di Indonesia menunjukkan kuatnya pengaruh hukum kolonial dan meninggalkan hukum adat.
Karena itu, dalam melihat persoalan hukum di Indonesia harus dipandang dari kenyataan sejarah dan perkembangan hukum Indonesia itu. Pada saat sekarang ini terdapat perbedaan cara pandang terhadap hukum diantara kelompok masyarakat Indonesia. Berbagai ketidakpuasan atas penegakkan hukum dan penanganan berbagai persoalan hukum bersumber dari cara pandang yang tidak sama tentang apa yang dimaksud hukum dan apa yang menjadi sumber hukum. Permasalahan ini dari sudut pandang teori positivis yang berkembang dalam ilmu hukum dengan harapan akan mendapatkan gambaran tentang akar persoalan pembangunan sistem hukum Indonesia pada masa mendatang.
Lingkungan Mahfud MD: Kinerja KPU Tangsel Kacau
Mahfud MD: Kinerja KPU Tangsel Kacau
Hasan Kurniawan - Okezone
Rabu, 1 Desember 2010 15:55 wib
JAKARTA – Pemilihan kepala daerah di Tangerang Selatan masih dalam sengketa. Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, kinerja KPU Tangerang Selatan (Tangsel) kacau.
Pasalnya, KPU Tangsel tidak bisa mengenali anggota KPPS yang dijadikan saksi terkait, yakni pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dalam sidang sengketa Pemilukada Tangsel.
“KPU kacau Bekerja karena tidak tahu ada anggota KPPS yang dijadikan saksi nomor 13 Bachtiar Rivai, pengawai honorer. Anggota KPPS, PPS dan PPK tidak boleh menjadi saksi. Itu sudah aturan hukumnya,” ujar Mahfud dengan nada tinggi di sidang MK, Rabu (1/12/2010).
Anggota KPPS yang dijadikan saksi pihak terkait adalah saksi nomor 13 Bachtiar Rivai. Ketua KPU Tangsel Imam Perwira Bachsan mengaku, pihaknya tidak mengetahui jika ada anggota KPPS yang dijadikan saksi. “Beliau adalah sekretariat KPPS yang mulia,” jawabnya.
Anggota majelis hakim Muhammad Arsyad Sanusi menambahkan, sebelum saksi memberikan keterangan sidang MK sudah melakukan peringatan bahwa semua anggota KPPS, PPS dan PPK tidak boleh dijadikan saksi.
“Dalam sidang kemarin, ada dua anggota KPPS tidak boleh dijadikan saksi,” tegasnya.
Untuk itu, keterangan anggota KPPS yang telah memberikan bantahannya terhadap saksi pemohon, yakni pasangan calon nomor urut tiga Arsid-Andre Taulany dan nomor urut satu Yayat Sudrajat-Nodorom Soekarno tidak bisa diterima.
(teb)
http://news.okezone.com/read/2010/12/01/…
Ketua MK Prof. Mahfud MD: Kinerja KPU Tangerang Selatan (Tangsel) Kacau
Lingkungan KADIN, Bisnis dan Property-tainment Jadi Buku Tandem Kami: Ikang FAwzi & Marissa Haque

MAKASSAR,
TRIBUN-TIMUR.COM - Penyanyi rock Ikang Fawzi mengaku sedang menggarap buku Propertitainment yaitu tentang properti dan entertainment, sesuai dengan usaha yang sedang digelutinya sekarang. Buku ini digarapnya bersama dengan istrinya, Marissa Haque. \”Dalam waktu dekat saya berencana meluncurkan buku tentang proses kreatif Mas Ikang dalam bermusik. Sebelumnya saya menulis buku berjudul Bahasa Kasih tentang pengajaran bahasa Inggris Bagi Tuna Rungu dan Aminah tentang anak-anak dan lingkungan hidup,\” ungkap Marissa yang juga pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Banten. Marissa datang ke Makassar sebagai Duta LP3I. Selama di Makassar, Marissa berpromosi tentang LP3I dan tuntutan zaman yang membutuhkan tenaga kerja yang andal. Menemani Marissa, Ikang juga mengunjungi Trans Studio Theme Park. Dalam kunjungannya ke Trans Studio, Ikang sempat malantunkan dua lagu yang berjudul It\’s My Life yang dipopulerkan Bon Jovy dan Munajat Cinta yang dipopulerkan The Rock. Ikang juga memiliki hubungan keluarga dengan Ishadi SK, salah satu pengelola Trans Corp.(*)
Marissa haque & Ikang Fawzi: Dugaan Lingkungan Kejahatan Cyber Inilah.com untuk Kandidat Walikota Tangsel 2011 yang Kalah di MK
- Dugaan Timses Ratu Atut Chosiyah dan Airin Rachmi Dianyatas Perbuatan Tidak Menyenangkan dan Pencemaran Nama Baik, Pasal 310 dan 311 KUHP yang dilakukan oleh oknum wartawan Inilah.com bernama ArisDanu Cahyono (HP: 021-99636662) dan Dua Orang Photo Up-loader Inilah.com bernama: (1) Rhino; dan (2) Rizwan Mengaku di Nomor Telpon Kantor: 021-7222338.
- Senin besok ini, insya Allah bila tak ada halangan berarti kami: (1) saya Marissa Haque; dan Sahabat Cyber-ku (2) Engkong Ragile/kompasiana.com; (3) Vavai/Dulu Simpatisan Zul-Mar dari Bekasi; ditemani (4) Alfian Mujahiddin/Sekjen PITA Tangsel akan diterima oleh Wadir Krimsus (Kriminal Khusus) Polda Metro Jaya untuk melaporkan Kejahtan IT&E terkait delik pidana: (1) penghinaan; (2) perbuatan tidak menyenangkan; (3) pencemaran nama baik.
- Semoga para polisi ahli dibidang kejahatan cyber tersebut mampu meng-crack para pemilik blogs ‘liar’ serta websites/portals yang dengan sengaja memakai SEO (Search Engine Optimizer) guna ‘yang diduga’ sengaja-by design-sistemik mencoba men-down-grade image baik saya, suami, serta kedua putri kami. Semisal yang mengatasnamakan rumahabi.info dan lain sebagainya yang dipenuhi dengan unsur sex.
- Maka dilengkapi dengan beberapa print screen yang telah kami lakukan, seluruh data abal-abal tersebut yang dipenuhi delik pidana, insya allah dapat segera ditindaklanjuti dengan hukuman berdampak jera. Insya Allah…
Marissa Haque & Ikang Fawzi: Lingkungan Enterpreneurship LP3I ‘Elevate’ Mimpi Kesejahteraan Distributif
Sumber: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/52507/marissa-haque-wirausaha-perlu-kognisi-standar-s1
05 Jan 2011 23:56:03| Pendidikan/Pesantren |Penulis : Ayu Citra
Surabaya - Kemampuan wirausaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan perlu memiliki kognisi (kepandaian) minim berstandar S1 karena perkembangan dunia bisnis kian pesat ke depan.
“Untuk itu, mahasiswa yang mengenyam pendidikan setara diploma yang selama ini unggul di praktek kerja lapangan wajib meningkatkan kognisinya,” kata Pengamat Kewirausahaan, Marissa Haque, di Wisuda LP3I Surabaya, Rabu.
Menurut dia, menjadi seorang pengusaha yang tangguh menghadapi tantangan bisnis masa kini tidak cukup dengan mengandalkan bekal praktek kerja lapangan.
“Walau modal praktek mereka sudah diakui di dunia kerja, calon pengusaha tetap perlu pendidikan tinggi dan memperdalam kognisinya dengan kuliah lagi,” ujar perempuan yang juga menyandang sebagai Duta LP3I.
Terkait banyaknya calon pekerja dari lulusan lembaga pendidikan profesi, ia mengaku, kelebihan mereka ada pada kemampuan psikomotorik (keterampilan).
“Apalagi, metode pendidikannya mengubah urutan pengajaran S1 yang selama ini mendahulukan kognisi, disusul afeksi ‘internal relationship’, dan psikomotorik,” katanya.
Beda dengan metode di lembaga pendidikan profesi, ia menyebutkan, di sana lebih mementingkan pengajaran psikomotorik, afeksi, dan kognisi.
“Sementara, sesuai pengalaman pribadinya jenjang pendidikan S1 di Indonesia hanya mengandalkan selembar ijazah,” katanya.
Kondisi tersebut, lanjut dia, karena selama menempuh pendidikan tinggi di bangku kuliah komposisi praktek kerja lapangan sangat minim.
“Akibatnya ketika mereka lulus, mayoritas penyandang S1 bingung mencari kerja karena hanya ingin kerja sebagai bos,” katanya.
(foto: blog marissa haque)
Stand Point-ku atas PIdana Illegal Loging di Propinsi Riau: Marissa Haque Fawzi
Dari Blog Ikang Fawzi di: http://ikangfawzi.blogdetik.com/
Marissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan a very strong leadership (kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi) untuk menghentikan penebangan liar, melalui asas FORUM PREVILEGIATUM bilamana seluruh perangkat hukum yang tersedia dinegeri ini tidak lagi dapat menyelesaikan masalah pencurian kayu sistemik serta berkelanjutan tersebut.
“Dulu di Riau ada Kapolda yang memiliki komitmen untuk mengatasi pembalakan liar. Namun, akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan,” kata istri rocker terkenal Ikang Fawzi ini.
Marissa Haque selama tahun 2008 pernah beberapa kali datang ke Riau untuk meneliti kehancuran hutan Riau guna menyelesaikan Disertasi S3-nya di IPB Bogor. Saat itu, artis ini banyak dibantu oleh para aktivis lingkungan di Riau dan mantan Kapolda Riau, Irjen Pol Sutjiptadi.
“Gak lihat baju saya pakai sekarang ini, cokelat? Karena hutan Riau tidak lagi hijau lagi,” kata Icha, panggilan akrabnya.
Hadir dalam Diskusi Publik tersebut Prof Jonotoro dan Direktur Ekeskutif Walhi, Hariansyah. “Mari kita mulai dari diri sendiri dan hari ini untuk selamatkan hutan Riau,” ajak Icha.(*)
Editor : Juang_Naibaho
Source : Tribun Pekanbaru
Sumber:
http://www.tribunnews.com/2010/10/17/marissa-haque-kritisi-hutan-riau